p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ILMIAH SOCIETY
Nicolaas Kandowangko
Jurusan Sosiologi Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Perceraian Terhadap Kepribadian Anak (Studi Pada Keluarga Yang Bercerai Di Desa Melong Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud) Pretty A. Santiago; Lisbeth Lesawengen; Nicolaas Kandowangko
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 1 (2023): Januari-Maret 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana dampak perceraian terhadap kepribadian anak studi pada keluarga yang bercerai di Desa Melong Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis penelitian ini adalah Moleong, lexy. Perceraian dapat diartikan sebagai berkahirnya suatu hubungan suami dan istri yang diputuskan oleh hukum atau agama karena sudah tidak ada saling ketertarikan. saling percaya dan juga sudah tidak ada kecocokan satu sama lain sehingga menyebabkan ketidak harmonisan dalam rumah tangga. Didalam Undang-undang No 1 tahun 1974 pasal 9 dinyatakan perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan bahwa antara suami dan istri itu tidak akan hidup rukun sebagai suami istri. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa perceraian Apabila dalam suatu keluarga tidak dapat melaksanakan fungsinya, maka keluarga tersebut berarti mengalami stagnasi atau disfungsi yang pada gilirannya akan merusak kokohan konstelasi keluarga tersebut (khususnya terhadap perkembangan kepribadian anak). Organisasasi wanitia Se-Asia Pasifik dalam konfrensinya yang ke-20 di Kuala Lumpur Malaysia menyimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi pada keluarga di abad ke-20 semakin memburuk. Percerian diperkirakan sekitar 40%-50% generasi mendatang akan menjadi keluarga yang broken home, akibat perceraian orang tuanya. Kata kunci: Dampak, Perceraian, Anak
Strategi Bertahan Hidup Pedagang Umkm Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pada Pedagang Umkm Di Lahan Parkir Indomaret/Alfamart/Alfamidi Kecamatan Malalayang) Stevano Irianto Wagey; Nicolaas Kandowangko; Shirley Y.V.I Goni
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 1 (2023): Januari-Maret 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM adalah sebuah kegiatan ekonomi yang mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi faktanya sekarang di masa-masa pendemi covid-19 memang sangat mempengaruhi sektor ekonomi termasuk UMKM. Adanya Covid-19 ini sangat berdampak pada pedagang UMKM secara langsung, yang di sebabkan karena menurun nya penghasilan pedagang UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi bertahan hidup pedagang UMKM di di lahan parkir Indomaret/Alfamart/Alfamidi pada masa pandemic Covid-19 dan bagaimana dampak Covid-19 terhadap pedagang UMKM. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Dampak dari Covid-19 ini sangat besar di rasakan oleh pedagang dalam berdagang, disebabkan karena adanya peraturan yang harus di buat pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 dan adapun hal-hal baru yang harus di lakukan oleh penjual sehingga berpengaruh kepada penghasilan pedagang UMKM dan berimbas kepada cara pedagang mempertahankan hidupnya. Untuk bertahan hidup maka para pedagang mulai membuat sebuah strategi bertahan hidup dan berusaha menyesuaikankan diri dengan peraturan, perubahan maupun kebiasaan baru yang harus di lakukan agar bisa berdagang untuk bertahan hidup. Berdasarkan hasil Penelitian ditemukan bahwa strategi bertahan hidup pedagang UMKM di masa pandemic covid-19 dengan Teori fungsional structural (AGIL) adalah tetap berjualan,menjaga kualitas produk,menggunakan media sosial dan mengikuti peraturan yang ada, menghemat atau mengurangi kuantitas dari pengeluaran untuk makan dan untuk hal-hal yang tidak terlalu penting lain nya (seperti merokok, membeli maknan cepat saji dari luar, dll), mencari relasi atau orang terdekat yang bisa meminjamkan uang ketika dalam situasi terdesak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meminta keringanan bagi pedagang yang tinggal di kos-kosan, mencari tumpangan agar bisa pergi ke tempat kerja untuk menghemat pengeluaran. Kata Kunci : Strategi Bertahan Hidup, Pedagang UMKM, Pandemi Covid-19