Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pengembangan usaha Peternakan babi, mengetahui faktor apa yang mempengaruhi perkembangan peternakan babi, mengetahui letak usaha dari strategi usaha ternak babi di Di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Analisa data menggunakan analisis SWOT. Alternatif strategi menurut output matriks SWOT yaitu, mempertahankan dan meningkatkan interaksi dengan manejer dan karyawan perusahaan, kemitraan, pelanggan dan lembaga memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan dan menjaga kualitas daging babi tersebut. Berdasarkan kajian terhadap peternakan babi di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu dapat dikemukakan bahwa: 1. Berdasarkan matriks SWOT, peternakan babi dikembangkan untuk dapat bertahan dan bersaing, menghasilkan laba yang dibutuhkan peternak sebagai pelaku usaha. Rencana pertumbuhan bisnis merupakan ujung tombak untuk menghadapi persaingan saat ini. Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu Karakteristik pemasaran dan manufaktur menjadi kekuatannya. Kemungkinan untuk mengurangi ancaman adalah bantuan pemerintah untuk pertimbangan penyakit dan teknologi. 2. Strategi yang perlu ditingkatkan untuk pengembangan peternakan babi dan untuk mengetahui posisinya adalah strategi WT (Weakness and Threats), sebagai strategi yang paling dominan berdasarkan aktivitas bertahan, untuk minimalkan kelemahan dan hindari ancaman, sehingga dapat diterapkan pada peternakan babi di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Peternakan petani kecil biasanya memelihara babi secara individual, yang membatasi akses mereka ke pasar, daya tawar, biaya pemasaran, kemungkinan pasar, keahlian, dan layanan pemerintah.