Ryan Septiady Nugraha
Universitas Pembangunan Jaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Green Roof pada Perencanaan Gedung Olahraga Universitas Pembangunan Jaya Elysa Damayanti; Ryan Septiady Nugraha
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 6 (2019): Special Issue : Green Building
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.854 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v6i0.189

Abstract

Meningkatnya pembangunan gedung-gedung, dan banyaknya lahan kosong yang digunakan untuk pembuatan jalan, telah menimbulkan masalah terhadap lingkungan di sekitarnya. Teknologi green roof muncul sebagai salah satu konsep sustainable design dalam upaya untuk mewujudkan suatu bangunan yang lebih ramah terhadap lingkungannya. Fungsi penggunaan green roof pada suatu bangunan cukup beragam, antara lain sebagai ruang terbuka untuk interaksi, elemen estetis pada bangunan, ataupun hanya sebagai media penutup atap saja. Penetapan fungsi green roof tersebut selanjutnya akan berpengaruh pada berbagai hal lainnya mulai dari wujud desain lanskep, tipe green roof yang akan digunakan, sampai pada aspek pelaksanaan dan keteknisannya.Olahraga merupakan kegiatan yang dapat memberikan kesehatan dan kesenangan kepada manusia. Universitas Pembangunan Jaya salah satu Universitas yang sedang memiliki banyak prestasi oleh mahasiswanya, dari hal tersebut menjadi alasan pembangunan Gedung Olahraga tersebut. Pembangunan Gedung Olahraga ini diharapkan dapat berdampak positif bagi perkembangan prestasi keolahragaan di Kampus Universitas Pembangunan Jaya.Dalam segi teknis diperoleh fakta bahwa penggunaan green roof dapat memberikan pengaruh terhadap desain bangunan dalam beberapa hal meliputi pembebanan, penyediaan ruang untuk penempatan lapisan green roof, sistem drainase, hingga masalah pengairan pada tanaman. Dalam penggunaannya, green roof telah memberikan manfaat yang cukup beragam antara lain sebagai elemen estetis pada atap bangunan, media penurun radiasi panas sinar matahari, hingga sebagai stabilitator udara di sekitarnya.Kata Kunci : Konsep Bangunan, Green Roof, Gedung Olahraga
Commuter Train Mode Choice Modelling Using Binary Logit Model Ryan Septiady Nugraha
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 6, No 1 (2019): Urban Development & Urban Lifestyle
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.434 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v6i1.137

Abstract

Car production in Malaysia increasing dramatically. This situation created serious impact such as pollution and congestion. The Malaysian government should find a proper solution to prevent the vehicles growth by controlling them and improve public transportation services. The only way to get people to switch to public transportation is by improving the public transport system becomes more efficient. To find out the solution, an understanding of traveler behavior by applying to mode choice model using binary logit approach is necessary. Stated preferences method was adopted in order to construct hypothetical choice in current and future situations. A total of 250 respondents were selected as the sample based on the research study. This research employed a discrete choice analysis to examine the relationship between the independent variables (travel time, fares, comfort and safety). With variation of trip purpose (school, work, leisure activity, and shopping), model has been developed and tested to check the validity. The result shows that the potential of new train services to compete with the current commuter (KTM) and private car user are quite competitive. This is no doubt due to the characteristics of the respondent to choose a good level of services especially a better comfortability and safety with an affordable price (fares). It can be concluded that scenario 2 has great potential to be implemented since forecasting demand reached above 90%.