This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tafsere
Idham Hamid
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UIN Alauddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI MA’BACA YASIN DI MAKAM ANNANGGURU MADDAPPUNGAN (1884-1953M) Idham Hamid
Jurnal Tafsere Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.692 KB)

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menjadi manhaj al-hayat bagi umat Islam. Kaum muslim disuruh untuk membaca dan mengamalkan agar memperoleh kebahagaiaan dunia dan akhirat. Dalam realitanya, fenomena pembacaan al-Qur’an mendapat apresiasi dan respon umat Islam dengan berbagai cara. Terdapat berbagai macam model pembacaan al-Qur’an, mulai berorientasi pada pemahaman dan pendalaman maknanya, sampai pada yang sekedar membaca al-Qur’an sebagai ibadah ritual atau untuk memperoleh ketenangan jiwa dan memperoleh keberkahan. Bahkan ada juga pembacaan al-Qur’an yang dilakukan guna mendapatkan kekuatan magis (supranatural) atau terapi pengobatan dan sebagainya. Salah satu model pembacaan al-Qur’an yang ditemukan adalah apa yang dipraktekkan oleh Santri Pondok Pesantren Salafiyah dengan membaca surah Yasin (ma’baca Yasin) atau Yasinan di makam Annangguru Maddappungan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman santri terkait praktek tradisi ma’baca Yasin di Makam Annangguru Maddappungan, memiliki beberapa bentuk pemahaman, yaitu: tawassul, mengingat mati, menunaikan hajat, dan (mattula’ bala) menolak bala. Selanjutnya, tradisi ma’baca Yasin di Makam Annangguru Maddappungan berimplikasi pada santri, yakni mampu membentuk kepribadian berlandaskan nilai-nilai qur’ani serta mampu menjadikan media dakwah untuk memperkuat karakter spritual masyarakat.