This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tafsere
abdul Ghany
UIN Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TAFSIR AL-BARRU KARYA MUHAMMAD RUSLI MALIK (SUATU KAJIAN METODOLOGI) abdul Ghany
Jurnal Tafsere Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.771 KB)

Abstract

Tafsir al-Barrumerupakan kitab tafsir denganbahasa Indonesia yang disusun oleh Muhammad Rusli Malik. Penelitian ini berdasar pada asumsi bahwa Tafsir al-Barrumerupakan karya tafsir lokal dengan bahasa Indonesia yang mampu menjawab tantangan akan kebutuhan tafsir al-Qur’an pada masanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penulisan, metodologi penafsiran serta kelebihan dan keterbatasan Tafsir al-Barru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang difokuskan pada penelitian pustaka (library research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan multidisipliner yakni pendekatan ilmu tafsir, filosofis, historis dan sosiologis. Data yang digunakan adalah data primer yakni Tafsir al-Barru dan data sekunder yang meliputi karya-karya yang terkait dengan Tafsir al-Barru dan buku-buku metodologi serta buku-buku lain yang dapat menunjang penulisan tesis ini. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis dengan metode perbandingan/komparasi yang terlebih dahulu menggunakan teknik analisis isi (content analysis).   Hasil penelitian tesis ini menunjukkan bahwa Rusli Malik adalah seorang cendikiawan muslim yang memiliki profesi sebagai arsitek, sebuah profesi yang rasanya cukup asing bagi dunia tafsir. Tafsir al-Barru merupakan karya Rusli Malik yang hadir dilatarbelakangi keterpukauannya terhadap al-Qur’an, sebagai kelanjutan dari status facebook yang sudah tidak memadai lagi dalam rangka berbagi pengetahuan, membumikan prinsip nonsektarian yaitu hanya melihat kebenaran tanpa terikat pada mazhab-mazhab dan organisasi-organisasi yang sering kali memecah umat islam. Tafsir ini juga disusun dengan sistematika yang komprehensif, bahasa yang sederhana, serta relevan dengan kondisi dan perkembangan dunia saat ini. Di samping itu, sumber yang digunakan merupakan perpaduan antara tafsir bi al ma’s\ur dantafsir bi al-ra’y, metode yang digunakan adalah metode tah{lili, dan coraknya yang meliputi falsafah, sejarah dan sains, menunjukkan keseriusan penulisnya dalam mengkaji dan menjelaskan al-Qur’an. Namun terlepas dari itu semua, tafsir ini pun memiliki kelebihan dan keketerbatasan sebagai bukti keterbatasan manusia termasuk dalam berkarya.