Galih Akbar Prabowo
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI MAKNA PEMIMPIN DALAM FILM OMAR : ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Abdul Halim; Galih Akbar Prabowo
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.841 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.629

Abstract

Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja sama sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pada tahap awal ini peneliti menemukan beberapa fenomena yang terjadi seperti: kurangnya kesadaran adanya keadilan dalam kepemimpinan. Banyaknya keputusan pemimpin yang tidak mewakili kehendak rakyatnya. Di era seperti ini keadilan adalah hal yang sangat minim akan keberadaan dan penerapan dalam dunia bernegara dan bermasyarakat. Salah satu bentuk penjabaran dan penggambaran wujud sederhana serta keadilan dalam bentuk kepemimpinan di dalam salah satu film dengan judul Omar dengan penggambaran dari beberapa scene di film tersebut, dengan nama tokoh Umar bin Khattab. Dan diharapkan dengan adanya beberapa scene di film tersebut dapat memberikan contoh keadilan yang seharusnya diterapkan oleh seorang pemimpin di zaman sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebagai berikut: untuk mengetahui signifier dan signified tentang pemimpin di film Omar. untuk menganalisis representasi makna pemimpin yang tervisualisasikan di dalam film Omar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif cocok dengan objek yang akan diteliti untuk mengungkapkan maknanya yaitu: lambang, tanda, bahkan simbol yang ada di dalam film Omar. Analisis Ferdinand de Saussure, kajian media massa memuat pesan dan makna dalam materinya.
RUWAT SUKERTA SENGKALA BUMI PRAJA NUSANTARA, SEBAGAI KOMUNIKASI BUDAYA MASYARAKAT UMBUL UNTUK MEMBERSIHKAN DIRI NANDA ELMA FITRIANI; GALIH AKBAR PRABOWO
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 1 No 2 (2023): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v1i2.7963

Abstract

Artikel ini membahas tentang tradisi ruwatan atau Ruwat Sengkolo Bumi Projo yang dilakukan setiap memperingati tahun baru Islam 1 Muharram. Dalam acara ruwatan ini kegiatan yang dilakukan adalah kirab tumpeng, kurasan sumber belerang Umbul, dan juga jamasan atau memandikan pusaka kasepuhan. Tradisi tersebut terus dilakukan untuk melestarikan warisan nenek moyang. Penelitian ini mengkaji tentang tradisi Ruwat Sengkolo Bumi Projo di Desa Umbul Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi atau arsip. Analisis data yang digunakan peneliti menggunakan model interaktif Milles dan Huberman. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa ruwat sengkolo bumi projo ini merupakan budaya sekaligus menjadi adat istiadat masyarakat Umbul sejak zaman dahulu. Pelestarian budaya ini memiliki nilai filosofis yang menggambarkan bahwa masyarakat menerima rezeki yang melimpah atas nikmat dan karunia yang di berikan Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini bisa digunakan sebagai sumber sejarah lokal dalam memahami aspek adat istiadat yang berlaku.