Suparjo Suparjo
SMK Negeri 1 Bangkinang, Dinas Pendidikan Provinsi Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Metode Pembelajaran Scaffolding dan Kerja Kelompok di Kelas X TP 2 SMK N 1 Bangkinang Tahun Pelajaran 2021/2022 Suparjo Suparjo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11193

Abstract

Dalam pendekatan pembelajaran, seorang guru dapat dikatakan berhasil apabila dapat mengatur kelas sedemikian rupa sehingga siswa tertib dan tenang dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru. Berawal dari pandangan bahwa peserta didik adalah manusia yang memiliki potensi untuk belajar dan berkembang sebagai koreksi terhadap paradigma lama pendidikan, maka lahirlah paradigma baru pendidikan peserta didik sebagai manusia yang aktif dalam belajar. Kegiatan tersebut berupa usaha siswa untuk mencari dan mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. Pendekatan pembelajaran ini disebut pendekatan konstruktivis. Banyak metode pembelajaran berbasis pendekatan konstruktivis yang mulai diterapkan. Khusus pada mata pelajaran sejarah, di SMKN 1 Bangkinang penerapan pendekatan konstruktivis masih mengalami kendala. Kebiasaan siswa menunggu dan menerima informasi dari guru sebagai warisan dari pembelajaran sebelumnya masih sulit untuk ditinggalkan. Sehingga siswa masih sering mengalami kesulitan dalam belajar. Permasalahan dalam pembelajaran Sejarah di SMKN 1 Bangkinang dapat diatasi dengan menerapkan metode scaffolding dan metode kerja kelompok secara bersama-sama. Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan metode pembelajaran scaffolding dan kerja kelompok melalui pendekatan konstruktivis. Penelitian ini diawali dengan kegiatan orientasi untuk membuat rencana tindakan yang akan dilaksanakan. Selanjutnya dilakukan tindakan sesuai dengan rencana yang dilakukan sejalan dengan kegiatan observasi untuk melihat dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Refleksi tindakan merupakan kegiatan menganalisis semua tindakan yang telah dilakukan, serta merencanakan tindakan yang akan dilakukan pada siklus berikutnya jika diperlukan. Selama pelaksanaan pembelajaran Siklus I dan Siklus II terjadi peningkatan keaktifan, bertanya meningkat dari 41,7% siswa yang aktif bertanya pada Siklus I menjadi 60,0% pada Siklus II. Dan rata-rata persentase siswa yang aktif menjawab/menanggapi pertanyaan meningkat dari 35,8% menjadi 50,0% setiap kali pembelajaran dilaksanakan. Peningkatan ini dicapai karena penerapan metode scaffolding dan kerja kelompok melalui pendekatan konstruktivis memang memberikan fasilitas kepada seluruh siswa untuk aktif bekerjasama satu sama lain.