Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Kader Pembentukan Posyandu Remaja sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja di Desa Loru Kabupaten Sigi Irnawati Irnawati; Nurasmi Nurasmi; Evi Setyawati
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023443

Abstract

Masalah kesehatan remaja sangatlah kompleks karena berada pada masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Sehingga, jika permasalahan tersebut tidak tertangani, maka dapat berdampak terhadap masa depan bahkan kesehatan psikologisnya. Masa remaja merupakan masa storm and stress, karena remaja mengalami banyak tantangan baik yang datangnya dari diri mereka sendiri (biopsychosocial factors) ataupun dari lingkungan (environmental factors). Perkembangan yang dialami pada masa remaja (fisik, psikologis, dan emosi) dapat teratasi apabila remaja dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya dengan baik. MenurutĀ  World Health Organization (WHO) pada tahun 2017, proporsi remaja yang melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan di negara berkembang yaitu 40% dan terdapat 1,7 juta Kehamilan Tidak di inginkan (KTD) pada remaja setiap tahun. Faktor risiko kematian pada bayi 30% lebih tinggi pada ibu dengan usia muda. Pada kehamilan usia muda meningkatkan faktor risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan usia 20 tahun keatas. Terdapat 300 ribu kasus baru pada perempuan usia 15- 24 tahun yang terinfeksi HIV dan lebih dari 200 ribu kasus baru laki-laki usia 15- 24 tahun yang terinfeksi HIV. Begitu besarnya penerimaan dari lingkungan, baik dari teman sebaya maupun masyarakat, sehigga remaja diharapkan mampu bertanggungjawab secara sosial, mengembangkan kemampuan intelektual dan sikap secara mandiri. Remaja yang dapat menyesuaikan diri dengan baik maka diharapkan mampu menjalani masa remaja dengan baik dan diterima oleh lingkungannya. Posyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja.
Pendampingan Ibu Hamil dalam Mengonsumsi Suplementasi Tablet Zat Besi (Fe) sebagai Upaya Preventif Terjadinya Anemia pada Kehamilan di Pustu Kelurahan Boneoge Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Irnawati Irnawati; Misnawati Misnawati; Ni Ketut Kariani
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i1.1500

Abstract

Anemia di Indonesia masih merupakan salah satu dari masalah kesehatan utama. Anemia pada ibu hamil disebabkan adanya peningkatan volume darah selama kehamilan untuk pembentukan plasenta, janin, dan cadangan zat besi dalam ASI. Anemia pada ibu hamil akan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan, kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR). Pemberian tablet tambah darah setiap hari selama kehamilan dapat menurunkan resiko anemia maternal 70% dan devisiensi 57%, oleh karena itu mengonsumsi suplementasi tablet zat besi (Fe) sangat penting dilakukan oleh ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah (Fe) untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu hamil di Wilayah Kerja Pustu Kelurahan Boneoge Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Pengabdian masyarakat ini menggunakan kerangka pemecahan masalah yang pelaksanaan kegiatannya meliputi persiapan, sosialisasi, dan pelaksanaan. Hasil yang diperoleh dari 22 responden, sebelum dilakukan pendampingan, pada aspek pengetahuan terdapat 5 (23%) ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik dan 17 (77%) pengetahuan kurang. Pada aspek sikap sebelum dilakukan pendampingan, terdapat 2 (9%) yang setuju dan sebanyak 20 (91%) yang tidak setuju. Setelah dilakukan pendampingan selama enam minggu semua ibu hamil sebanyak 22 (100%) telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pada ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe. Saran pada ibu hamil agar selalu rutin mengonsumsi table Fe dan teratur memeriksakan kehamilan sehingga jika terjadi komplikasi dapat dideteksi secara dini.