Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fiber Concentration on Fermentation of Cleome Gynandra L Based on Storage Time and Solvent Change Lily Restusari; Ayu Komala Dewi; Alinea Dwi Elisanti
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2023.121.363-369

Abstract

Cleome gynandra L (CGL) or Maman plant, is the basic ingredient of Malay food in Riau Province, Indonesia. The young leaves and stems of CGL are processed into fermented food (Joruk Maman). It contains crude fiber and is useful for lowering blood cholesterol levels. However, effective storage of this CGL has not been carried out. This study wants to see the effect of storage time and solvent change on the fiber content of Joruk Maman. An experimental study applied a completely randomized design (CRD) using 5 groups and 2 repetitions. This sample of CGL leaves was taken from one seller in the Rokan Hilir market of Riau Province. The primary outcome was a difference to the number of fibers in Joruk Maman without solvent change (p =0.001) and with solvent change (p = 0.001) based on the day group and there was no difference base on the temperature group. Secondary outcome was the difference in duration time to produce the highest fiber content at room temperature with the solvent change and not. The highest fiber content occurred at 5 days of storage at room temperature without solvent changing. Meanwhile, by changing the solvent, the fiber content would be optimal for 1-day of storage.
SOSIALISASI JORUK MAMAN DAN MANFAATNYA PADA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTAU KOPAR KABUPATEN ROKAN HILIR lily restusari
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 1 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i1.364

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas 2013 menunjukkan adanya peningkatan prevalensi hipertensi berdasarkan wawancara (apakah pernah didiagnosis nakes dan minum obat hipertensi) dari 7,6 persen tahun 2007 menjadi 9,5 persen tahun 2013. Hal yang sama untuk stroke berdasarkan wawancara (berdasarkan jawaban responden yang pernah didiagnosis nakes dan gejala) juga meningkat dari 8,3 per 1000 (2007) menjadi 12,1 per 1000 (2013). Demikian juga untuk Diabetes Mellitus yang berdasarkan wawancara juga terjadi peningkatan dari 1,1 persen (2007) menjadi 2,4 persen (2013) (Badan Litbangkes RI, 2014). World Health organization (WHO) dan Food and Agriculture Organization (FAO) merekomendasikan konsumsi tinggi buah dan sayur untuk mencegah berbagai penyakit kronik seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan resiko stroke. Namun, WHO dan FAO menekankan untuk mengkonsumsi buah dan sayur yang segar untuk mendapatkan kandungan nutrisi yang tinggi.Penduduk Desa Wilayah Puskesmas Rantau Kopar Kabupaten Rokan Hilir 75% adalah suku melayu dengan mata pencaharian yang berbeda-beda. Sebagian besar penduduk asli desa di Kecamatan Rantau Kopar merupakan penduduk yang tingkat perekonomiannya berada pada tingkat menengah. Joruk maman adalah makanan fermentasi yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Masyarakat di wilayah desa ini telah mengenal joruk maman karena merupakan pangan tradisional lokal sejak dahulu kala. Tetapi joruk maman ini tidak dimanfaatkan secara maksimal karena mempunyai bau yang menyengat pengaruh fermentasi dan masyarakat tidak mengetahui kandungan dan manfaat joruk maman. Tanaman maman banyak tumbuh secara liar dan tidak ditanam di desa secara terus menerus, dan masyarakat kurang memanfaatkan joruk maman ini sehingga saat ini tanaman maman menjadi tanaman yang susah untuk didapatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi, pembinaan dan edukasi kepada kader posyandu di wilayah kerja Wilayah Puskesmas Rantau Kopar Kabupaten Rokan Hilir terkait Joruk Maman dan manfaatnya untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat produk pangan lokal tradisional yang hampir punah. Dari pengabdian yang telah dilakukan didapatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan pembuatan joruk maman meningkat dari 82,66% menjadi 92.99%. Masyarakat telah mampu membuat joruk maman dan mengetahui manfaat joruk maman untuk kesehatan. Kader posyandu telah melakukan advokasi untuk mensosialisasikan joruk maman, menanam kembali tanaman maman menjadi tanaman obat keluarga.
Edukasi Khasiat dan Pemanfaatan Tanaman Maman pada Masyarakat di Desa Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir lily restusari; Sri Mulyani
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 3 (2022): Vol 1 No 3 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i3.537

Abstract

Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan data Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus dan hipertensi. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain, merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik serta rendahnya konsumsi buah dan sayur. Joruk Maman merupakan kuliner masyarakat Riau, bagi masyarakat yang hidup dibantaran sungai Rokan, khususnya Rokan Tengah (Roteng) Tanah Putih, Pujud, dan Rantau Kopar sudah tidak asing lagi dengan makanan ini. Makanan ini merupakan hasil fermentasi dari tanaman Maman yaitu sejenis sayuran rerumputan yang tumbuh secara liar di ladang-ladang para petani sekitar batang sungai Rokan. Meskipun pengolahan Joruk Maman ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Namun, dikarenakan tanaman maman belum dibudidayakan secara khusus membuatnya menjadi susah untuk ditemukan kecuali pada saat-saat tertentu. Misalnya pada saat lahan pertanian atau ladang masyarakat setelah musim panen. Jouk/Joruk maman adalah makanan fermentasi yang mempunyai banyak manfaat untuk Kesehatan. Masyarakat desa Sedinginan telah lama mengenal joruk maman karena makanan ini merupakan pangan tradisional lokal sejak dahulu kala. Berdasarkan hasil survei lapangan di desa Sedinginan, masyarakat desa memiliki kebiasaan turun temurun dari para tetua mereka bahwasanya Joruk Maman ini hanya sekedar dimakan sebagai pelemak rasa pada saat makan nasi. Masyarakat desa hanya sekedar tahu cara mengolah Joruk Maman tanpa mengetahui khasiatnya. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, Joruk Maman mampu menghasilkan Bakteri Asam Laktat (BAL) yang dapat menurunkan kadar kolesterol, trigliserida dan tekanan darah yang merupakan beberapa indikator dari penyakit degeneratif. Sebagai produk lokal, Joruk maman ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi makanan fungsional probiotik. Pada saat ini, joruk maman tidak banyak dimanfaatkan secara maksimal karena makanan ini mempunyai bau tidak enak yang disebabkan oleh pengaruh fermentasi. Penikmat masakan ini hanya popular dikalangan tetua kampung dulu dan sekarang masakan ini jarang disuguhkan dalam acara adat. Hal ini dikhawatirkan akan menghilangkan budaya masyarakat untuk mengkonsumsi Joruk Maman. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tanaman maman mengandung zat gizi makro yaitu 4,3% protein; 0,5% lemak; 1,8% karbohidrat; 1,6% kadar abu dan 91,8% air. Oleh karena itu diperlukan edukasi khasiat dan pemanfaatan tanaman maman serta pelestarian tanaman maman. Untuk memperkenalkan bentuk pengolahan selain pembuatan joruk maman, pengabdi melakukan pembuatan buku variasi berbagai macam menu olahan Tanaman Maman dan Joruk Maman untuk meningkatkan minat masyarakat mengkonsumsi dan menanam kembali tanaman maman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan suatu edukasi tentang manfaat dan pembuatannya melalui kegiatan pengabdian masyarakat “Edukasi Khasiat dan Pemanfaatan Tanaman Maman pada Masyarakat di Desa Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir.”