Nurul Anisha
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE UNTUK MENGATASI TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SAAT HOSPITALISASI Nurul Anisha; Raja Fitrina Lestari
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p06

Abstract

Hospitalisasi merupakan suatu proses yang direncanakan atau darurat yang mengharuskan anak untuk menjalani perawatan di rumah sakit dan menjalani program terapi sampai dipulangkan kembali. Proses hospitalisasi dapat memberikan dampak kecemasan terhadap anak. Kecemasan pada anak dapat diatasi dengan menyalurkan perasaan cemas terhadap suatu kegiatan bermain yang menyenangkan, sehingga diharapkan dapat mendukung proses penyembuhan serta kooperatif dalam setiap tindakan keperawatan. Terapi bermain puzzle merupakan salah satu terapi bermain yang dapat diberikan pada anak usia prasekolah saat menjalani hospitalisasi. Melalui kegiatan bermain puzzle diharapkan dapat memberikan rasa senang dan menjadi jalan efektif untuk melupakan sejenak kecemasan pada anak. Tujuan dari penerapan evidence-based nursing practice ini adalah mengatasi kecemasan pada anak usia prasekolah saat hospitalisasi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan penerapan terapi bermain puzzle terhadap kecemasan pada asuhan keperawatan anak dengan hospitalisasi. Instrumen yang digunakan dalam studi kasus ini adalah lembar observasi dan alat ukur kecemasan Facial Image Scale (FIS). Dari hasil penerapan yang telah dilakukan dengan pemberian intervensi terapi bermain puzzle pada anak yang mengalami kecemasan di ruang rawat inap anak Edelweis RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, didapatkan hasil bahwa kecemasan anak mengalami penurunan dari cemas berat menjadi tidak cemas pada pasien pertama, sedangkan pada pasien kedua kecemasan menurun dari cemas sedang menjadi tidak cemas.