Bencana alam membawa dampak yang beragam bagi kehidupan, salah satunya pada psikologis. Korban yang mengalami bencana akan merasakan kesedihan yang mendalam, takut bahkan cemas setelah bencana. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah kemampuan untuk dapat bangkit dari pengalaman masa lalu yang buruk ke kehidupan yang lebih baik, kemampuan ini dinamakan resiliensi. Adapun salah satu faktor yang dapat meningkat resiliensi pada seseorang adalah adanya keterlibatan spiritual. Bimbingan spiritual yang ini diperlukan untuk meningkatkan resiliensi para korban pasca bencana dalam mengatasi kesulitan yang sedang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Bimbingan Spiritual terhadap Resiliensi Korban Pasca Bencana Tanah Longsor di Huntara Lapangan Lebak Limus Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda, uji koefisien korelasi dan determinasi, uji T dan Uji F-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bimbingan spiritual terhadap resiliensi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000b < 0,05 dengan aspek paling dominan yaitu motivasi, perhatian dan spirit of change dengan nilai masing-masing sebesar 0,008, 0,031, 0,022. Bimbingan spiritual memberikan pengaruh sebesar 0,271 atau 27,1% terhadap variabel Resiliensi.