Dadang Sungkawa, Dadang
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TAHU SEBAGAI ANDALAN INDUSTRI PARIWISATA DI SUMEDANG Sungkawa, Dadang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v7i2.1725

Abstract

Bila kita berbicara Kabupaten Sumedang maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah tahu Sumedang yang merupakan makanan khas dari kota ini. Setiap orang mulai dari anak - anak hingga orang tua suka dengan tahu sebagai makanan yang banyak mengandung protein. Tahu bisa dimakan bersama nasi atau sebagai makanan cemilan dalam perjalanan di kendaraan atau sebagai oleh - leh apabila dibawa ke rumah atau tempat tujuan. Tahu Sumedang berbeda dengan tahu – tahu yang dibuat di tempat lain di Jawa Barat karena memiliki rasa khas yang empuk, enak, dan gurih. Perbedaan rasa tahu inilah yang menyebabkan Sumedang sebagai kota atau daerah tahu. Perkembangan industri tahu di Sumedang ini berdampak positif terhadap kemajuan ekonomi masyarakat Sumedang. Kata kunci: Industri, Pariwisata.
DAMPAK GEMPA BUMI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP Sungkawa, Dadang
Jurnal Gea Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tentang gempa bumi adalah hal yang menarik saat ini untuk dibahas, karena seringkali wilayah Indonesia dilanda gempa bumi. Banyak masyarakat Indonesia sebelum tahun 2000 belum mengenal fakta empiris dari kejadian suatu gempa bumi, hal ini karena keterbatasan berita melalui media massa dan media elektronik. Namun sejak tahun 2000–an dengan banyaknya penyajian berita melalui saluran TV swasta maka berita tentang gempa bumi langsung dapat disaksikan oleh para pemirsa TV. Demikian juga dengan konsep “ tsunami”. Tsunami merupakan gelombang besar yang melanda pantai-pantai di Jepang setelah terjadinya gempa di dasar laut. Tsunami dapat menimbulkan korban harta benda dan jiwa. Tsunami saat itu belum banyak dilihat faktanya. Konsep gempa bumi dan tsunami baru menjadi fakta empiris bagi masyarakat Indonesia umumnya ketika terjadi gempa bumi di Aceh dan Sumatera Utara tanggal 26 Desember 2004, Gempa bumi di Yogyakarta 27 Mei 2006, gempa bumi dan tsunami di Pangandaran masih di tahun 2006, gempa bumi di Bengkulu dan terakhir gempa bumi di Sumatera Barat 6 Maret 2007. Kata kunci: Gempa bumi, tsunami.
KAWASAN ANYER SEBAGAI DAERAH PARIWISATA UTAMA DI PROVINSI BANTEN Sungkawa, Dadang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v8i1.1687

Abstract

Berbicara pariwisata di Kawasan Anyer adalah suatu hal yang menarik dalam menyongsong tahun 2008 sebagai tahun kunjungan pariwisata Indonesia, sebab Kawasan Anyer memiliki letak yang strategis di Kawasan Selat Sunda yang mudah dicapai dari wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Sejak zaman Belanda, Anyer sudah dikenal memiliki letak yang baik, karena pantainya yang panjang menghadap Selat Sunda karena alasan itulah Gubernur Jenderal Daendels (tahun 1811) membuat jalan raya Pos dimulai dari Anyer sampai Panarukan sepanjang kurang lebih 1000 km. Kini peranan Anyer sebagai kawasan pariwisata menjadi semakin penting setelah Banten menjadi sebuah provinsi, dan tidak menutup kemungkinan Anyer akan menjadi tujuan wisata penting apabila pengelolaannya ditangani dan ditata dengan baik oleh pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Daerah. Kata kunci : Kawasan Anyer, Daerah Pariwisata.