Sudarno Utomo
Program Magister Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemisahan Biosludge pada Proses Integrated Fixed Film Activated Sludge dengan Biofilter sebagai Pengganti Sedimentasi Ridwan Subrata; Sri Sumiyati; Sudarno Utomo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.57-67

Abstract

Pemisahan padatan mikroorganisme atau biosludge dari air hasil olahan di proses pengolahan air limbah sistem biologi aerobik biasanya menggunakan proses sedimentasi yang membutuhkan lahan yang luas. Saat ini dengan lahan terbatas dan mahal, pemisahan dengan proses sedimentasi telah menjadikan permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah mencari alternatif pengganti proses sedimentasi dengan kebutuhan lahan yang lebih kecil, yaitu dengan proses biofilter. Selama ini proses biofilter atau bak aerasi yang ditambahkan media bakteri, yang dikenal sebagai IFAS (Integrated Fixed Film Activated Sludge), sebagai tempat untuk mendegradasi kandungan organic biodegradable dan tempat proses nitrifikasi. Penerapan biofilter kedua pada rangkaian instalasi pengolahan air limbah, dirancang sebagai fungsi utama untuk pemisah mikroorganisme/biosludge. Penelitian menggunakan IPAL dengan unit proses Ekualisasi, IFAS dan Biofilter. Biofilter menggunakan bioball berbahan plastik yang terlekat bakteri dengan tinggi bed 1,3 m. Air limbah sebagai makanan mikroorganisme dibuat secara artifisial. Penelitian difokuskan pada dua variable yang berpengaruh yaitu nilai TSS inlet dan Filtration Rate. Sistem biofiltrasi dapat mensubstitusi metode sedimentasi bilamana nilai filtration rate diatas 1,0 m/jam dengan TSS inlet minimum 250 mg/l. Hasil percobaan menunjukan bahwa Pada Nilai TSS inlet 250 mg/l dengan filtration rate 1,19 m/jam menghasilkan TSS outlet 94 mg/l atau dengan efisiensi reduksi sebesar 62%.