Djakaria M Nur, Djakaria M
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN BEKASI TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN DAN MATA PENCAHARIAN PENDUDUK Nur, Djakaria M
Jurnal Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah kabupaten Bekasi yang letaknya berbatasan dengan Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta pada akhir akhir ini mengalami perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Berdasarkan kebijakan pemerintah wilayah-wilayah yang berada di sekitar DKI Jakarta seperti Bakasi, Tanggerang, Cilegon dikembangkan sebagai wilayah pusat/kawasan industri. Tidak kurang dari 5.000 Ha di wilayah Kabupaten Bekasi diperuntukan sebagai wilayah kawasan industri. Dengan dijadikan wilayah kawasan industri terebut berdampak terhadap alih fungsi lahan dan sektor usaha/matapencaharian penduduk di wilayah tersebut. Kata kunci: kawasan industri, alih fungsi lahan, mata pencaharian.
OTONOMI DAERAH DALAM PENGEMBANGAN SEKTOR PAWIWISATA Nur, Djakaria M
Jurnal Gea Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang perlu mendapat perhatian dari kita semua khususnya dari pemerintah, selain sektor-sektor lainnya. Sektor pariwisata menjadi penting karena selain dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat baik masyarakat setempat maupun masyarakat yang terlibat dalam kegiatan wisatawan sehingga tingkat pendapatan masyarakat tersebut dapat meningkat dan dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam era otonomi daerah yang saat ini sudah digulirkan dan sudah berjalan di seluruh wilayah Indonesia diharapkan sektor pariwisata ini dapat berkembang sesuai dengan harapan. Dengan otonomi daerah, pemerintah daerah diberi kewenangan untuk melaksanakan pembangunan di daerahnya masing-masing dari mulai perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang untuk berbagai kepentingan termasuk untuk pengembangan pariwisata. Kata kunci: otonomi daerah, pariwisata.