Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA SD UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Defi Triana Sari; Akila Wasimatul Aula; Viga Adryan Nugraheni; Zulfa Kusnia Dina; Wahyu Romdhoni
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional PGSD 2022
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.923 KB) | DOI: 10.25134/prosidingsemnaspgsd.v2i1.30

Abstract

Dalam era sekarang ini mayoritas peserta didik yang suka sekali hal-hal instan yang nantinya menghambat pola pikir. Belajar sebagai jembatan untuk mencari dan memperoleh ilmu sekarang semakin digencarkan lagi dalam pembentukan proses belajar siswa. Kenyamanan dalam proses belajar di Sekolah menjadi hal penting bagi siswa terutama siswa SD. Pemerintah sedemikian rupa juga merubah kurikulum yang membebaskan siswa SD belajar banyak hal. Dalam proses belajar, setiap siswa harus diupayakan untuk terlibat secara aktif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini memerlukan bantuan dari guru untuk memotivasi dan mendorong mereka pada proses belajar yang nantinya terlibat secara totalitas. Guru harus menguasai materi, strategi, model, dan metode pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian literatur yang memuat tentang artikel, buku atau jurnal yang berkaitan sehingga menghasilkan topik sesuai pembahasan pada artikel ini. Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal. Dalam prakteknya, guru harus ingat bahwa tidak adanya model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas yang tersedia, dan kondisi guru tersebut. Model pembelajaran tersebut salah satunya adalah Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran dengan pendekatan pada masalah autentik. Dalam hal ini dengan harapan bahwa, siswa dapat menyusun pengetahuan mereka masing- masing, menumbuh kembangkan keterampilannya, dan belajar untuk berpikir kritis.