Muhammad Sarip
MSI Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Etimologis Kerajaan (Kutai) Martapura di Muara Kaman, Kalimantan Timur Muhammad Sarip
Yupa: Historical Studies Journal Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.26 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v4i2.264

Abstract

Kerajaan pertama di Nusantara yang berpusat di Muara Kaman, Kalimantan Timur dikenal publik dengan nama Kerajaan Kutai. Tetapi, dari tujuh prasasti yupa yang dibuat pada abad V Masehi, tidak ada satu pun yang menyebutkan nama atau kata Kutai. Penelitian ini bertujuan mengungkap nama yang sebenarnya dari imperium dinasti yang didirikan Aswawarman putra Kundungga. Metode penelitian sejarah ditempuh dari tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, hingga historiografi. Sumber utama penelitian adalah kitab Salasilah Kutai beraksara Arab Melayu yang selesai ditulis tahun 1849. Hasil penelitian menunjukkan, nama yang sebenarnya dari kerajaan dinasti Mulawarman yang runtuh pada tahun 1635 ini adalah Martapura, tanpa didahului kata Kutai.
Islamisasi Kerajaan Kutai Kertanegara Abad Ke-16: Studi Historiografi Naskah Arab Melayu Salasilah Kutai Muhammad Sarip; Nabila Nandini
Yupa: Historical Studies Journal Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.78 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v5i1.573

Abstract

The event of Islamization in Kutai Kertanegara Monarchy needs to be reviewed on the basis of verified primary sources. This study aims to analyze the validity of Surat Salasilah Raja dalam Negeri Kutai Kertanegara Malay-Arabic script, as a source of traditional historiography. The script describes the process of Islamization in the Monarchy of Kutai Kertanegara whence it begins as mythological texts then written as historical narratives. With historical research methods, the main source of this research is the book of Letters of Salasilah Raja in Kutai Kertanegara in Arabic Malay script by Khatib Muhammad Thahir which was completed in 1849. The results of the study show that, with strict verification, Salasilah Kutai is a valid historical source. The process of Islamization in the Kutai Kertanegara Monarchy took place through the role of a preacher named Tuan Tunggang Parangan who carried out an egalitarian dialectic to Raja Makota, in 1575.