Nanda Julian Utama
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hegemoni Maritim dan Militer Kerajaan Sriwijaya di Kawasan Asia Tenggara Abad 7-10 M Nanda Julian Utama
Yupa: Historical Studies Journal Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.808 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v5i2.936

Abstract

This article discusses the Srivijaya kingdom during its golden period. The main issue raised was how the Sriwijaya Kingdom was trying to build its maritime and military power between the 7-10 century AD. In its heyday, Srivijaya was able to control most of the western region of Southeast Asia. The extent of this kingdom's power requires it to have a strong base in maritime and military aspects. Although the center of Sriwijaya in Palembang is not a coastal city, it can control the shipping network, especially around the Malacca Strait. There are at least three things that can be seen to describe the position of Srivijaya in its golden era, namely: the ability of the center to be able to control the vassal area, the ability to consolidate military power, especially the control of the sea people, and cultural ties that bind, for example in the magical aspect between kings. With all the people. This paper will use various relevant sources, including reviewing various writings and publications about Sriwijaya from the previous period.
PERANAN MASAGUS HAJI ABDUL HAMID (KI MAROGAN) TERHADAP PERKEMBANGAN MASJID LAWANG KIDUL DI KAMPUNG 5 ILIR PALEMBANG (1881-1914) Nanda Julian Utama; Alian Sair
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v3i2.242

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas Peranan Mgs. H. Abdul Hamid (Ki Marogan) terhadap perkembangan agama Islam di masjid Lawang Kidul baik dari segi agama, sosial dan pendidikan. Masjid Lawang Kidul merupakan salah satu masjid tua di Kota Palembang. Masjid ini dibangun oleh Mgs. H. Abdul Hamid atau Ki Marogan di kampung 5 ilir Palembang. Ki Marogan adalah salah satu ulama yang terkenal di kota Palembang pada Akhir abad ke-19. Selain sebagai seorang Ulama, beliau juga terkenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Palembang. Pembangunan masjid ini sebenarnya didasari sebagai sarana atau wadah bagi umat muslim di kota Palembang untuk beribadah, mengingat sekitar abad ke-19 jumlah ummat muslim kota Palembang tidak sebanding dengan jumlah masjid yang ada. Peranan beliau terhadap perkembangan masjid Lawang Kidul amatlah besar baik itu sebagai Imam, suri tauladan, dan guru bagi masyarakat kampung 5 Ilir yang menjadi jamaah masjid Lawang Kidul.