Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN ETIK DAN HUKUM TERHADAP VAKSINASI COVID-19 ANTARA PILIHAN DAN KEWAJIBAN Sony Ramdhani
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan wabah penyakit disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang diidentifikasi sebagai virus corona jenis baru. Jenis yang baru ini mempunyai sifat berbeda yaitu lebih menular dibandingkan yang sebelumnya walaupun masih dalam famili yang sama. Dalam penanganan pandemi Covid-19 ini tidak dapat hanya dilakukan dengan mengobati yang sakit saja tetapi harus terintegrasi, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tinjauan secara etik dan hukum analisis Peraturan Presiden No 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019, yang mewajibkan kepada warga yang terdaftar sebagai sasaran vaksinasi Covid-19 dan pemberian sanksi jika tidak mengikuti program. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis normatif, yaitu melakukan kajian dan penelaahan hukum normatif melalui studi kepustakaan. Program Vaksinasi Covid19 merupakan pelaksanaan kewajiban pemerintah dalam rangka pemenuhan hak manusiawi warganya agar dapat menjalani hidupnya dengan rasa aman, tenteram, sehat dan sejahtera. Secara prinsip hukum sudah sesuai dengan UUD 1945 sebagai sumber hukum serta peraturan/ undang-undang lainnya, sehingga pemerintah dapat memaksa warganya untuk mengikuti program vaksinasi, sedangkan untuk pilihan hanya pada jenis vaksinnya. Berdasarkan prinsip etik maka Program Vaksinasi Covid-19 telah memenuhi artikel/pasal yang terdapat dalam Universal Declaration on Bioethic and Human Right, dan kaidah dasar moral beneficence, nonmalficence, autonomy, dan justice dengan primafacienya adalah Justice, diharapkan pada pelaksanaannya tenaga kesehatan melaksanakan sesuai kaidah etik. Kata kunci: justice, program vaksin, sanksi DOI : 10.35990/mk.v5n4.p436-447
The Relationship Between Gender and BMI on the Pattern and Height of Pedic Arches Hindun Saadah; Gita Aulia Sigit Putri; Sony Ramdhani; Hikmat rudyana
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The arcus pedis is composed of bones that form an angle on the sole which acts as a support for body weight and a vibration absorber when the foot contact with a surface. There can be abnormalities of the arch pedis, such as flat foot and cavus foot, as well as pronation and supination. These abnormalities can be caused by genetics, obesity, trauma, and footwear habits. This study aims to determine the relationship between gender and BMI with the pattern and height of the arch of the pedis in Faculty of Medicine Unjani students class of 2021. The study was conducted on 30 students who fulfilled the inclusion criteria. The implementation of this study was in December 2023. This research method is an analytical observational conducted with a cross-sectional approach. This study used the Clarke's Angle method to identify the pedic arch pattern and the Navicular Drop Test to determine the height of the pedic arch. The results of the study were then analysed using the Chi-square test which then showed that there was a significant relationship in BMI to the arch pattern with p = 0.001 (p<0.05) and arch height with p = 0.027 (p<0.05). However, there was no significant correlation between gender and arch pattern with p = 0.749 (p>0.05) and arch height with p = 0.921 (p>0.05). This means that BMI has a role in changing the pattern and height of the pedic arch, but there is no significant effect of gender differences.