AbstractThis article aims to examine and express thoughts related to social, economic, and political problems faced by Muslims and explore alternative solutions offered by Buya Hamka. This type of research is library research with descriptive analytical methods (descriptive research). But in terms of its purpose, this research includes exploratory research, which seeks to find factually, accurately and systematically the facts and data about the concept of social transformation that Hamka offers. From the results of the study, Hamka, in Tafsir Al-Azhar, Supports the Concept of Transformative Islam in a way; First, reinterpreting Islamic theology with an interpretation that makes speculative theoretical debates in Islamic theology more applicable to arouse human consciousness of their role on earth; Second, it supports Islam's partiality towards social, economic, and political conditions, and considers it to be as important as the divine side of Islam. Third, formulate an action of Islamic transformation through ta'muruna bi al ma'ruf , tanhawna 'an al-munkar, and tu'minuna billah, but emphasize more on tu' minuna billah.AbstrakArtikel ini bertujuan mengkaji dan menungkap pemikiran Buya Hamka terkait persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi umat Islam dan menggali solusi alternatif yang ditawarkan oleh beliau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif analitik (descriptive research). Namun dari segi tujuannya, penelitian ini termasuk penelitian eksploratif, yang berupaya untuk menemukan secara faktual, akurat dan sistematis fakta dan data tentang konsep transformasi sosial yang ditawarkan Hamka. Dari hasil penelitian terbkuti Bahwa Hamka, dalam Tafsir Al-Azhar, Mendukung Konsep Islam Transformatif dengan cara; Pertama, menafsirkan ulang teologi Islam dengan penafsiran yang membuat perdebatan teoritis spekulatif dalam teologi Islam menjadi lebih aplikatif untuk menggugah kesadaran manusia atas peran mereka di muka bumi; Kedua, mendukung keberpihakan Islam terhadap kondisi sosial,ekonomi, dan politik, serta menganggap itu adalah hal yang sama pentingnya dengan sisi ketuhanan dalam Islam. Ketiga, merumuskan aksi transformasi Islam lewat ta'muruna bi al ma'ruf , tanhawna 'an al-munkar, dan tu'minuna billah, namun lebih menekankan kepada tu' minuna billah.