Latar Belakang: Menopause merupakan periode berhentinya haid akibat penurunan produksi hormone[H1] [H2] pada wanita. Menopause dapat terjadi secara alami maupun karena prosedur medis pengangkatan kedua ovarium mau [H3] sebab lainnya seperti obat-obatan. Wanita yang mengalami menopause dini karena surgical menopause akan mengeluhkan gejala menopause yang lebih berat karena perubahan hormon secara mendadak. Pasien dengan surgical menopause akibat kanker seringkali mendapatkan kemoterapi adjuvant yang akan menyebabkan penurunan kadar vitamin D, dimana vitamin D diketahui berperan penting dalam mengurangi keluhan menopause. Tujuan: Mengetahui perbandingan kadar vitamin D pada pasien surgical menopause post kemoterapi dan wanita menopause alami. Metode: Penelitian analitik dengan desain kohort retrospektif [H4] untuk membandingkan kadar vitamin D antara 2 kelompok, yaitu kelompok wanita dengan surgical menopause yang sudah dikemoterapi dan wanita post menopause alami. Penilaian kadar vitamin D dilakukan pada satu sampai dua tahun pada kelompok pasca ooforektomi bilateral dan satu sampai dua tahun pasca haid terakhir pada kelompok menopause alami. Perbandingan rerata kadar vitamin D antar 2 kelompok dilakukan dengan uji statistika komparatif menggunakan Independent T-Test. Hasil: Rerata dan standar deviasi kadar vitamin D pada kelompok surgical menopause post kemoterapi adalah 14,07 + 5,49 ng/mL sedangkan kelompok menopause alami adalah 17,30 ± 6,92 ng/mL dengan nilai p=0,167. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada rerata kadar vitamin D antara kelompok surgical menopause post kemoterapi dan post menopause alami.Kata Kunci: surgical menopause, menopause alami, ooforektomi bilateral, vitamin D.