Jontra Pangaribuan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kualitas SDM Melalui Pelatihan Bahasa Inggris di Huta Raja Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Jontra Pangaribuan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.861 KB)

Abstract

ABSTRAKProgram pelatihan bahasa Inggris dipandang penting untuk dilaksanakan. Hal ini menjadi penting karena bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang harus dikuasi terutama di daerah�daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di desa Huta Raja, Kampung Ulos Samosir, ada kebutuhan masyarakat akan kemampuan berbicara dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris karena daerah tersebut memiliki potensi wisata yang terletak di kawasan Danau Toba. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat khususnya para pegiat bisnis hotel dan homestay, serta untuk meningkatkan taraf hidup masyarat melalui pariwisata. Pelaksanaan pelatihan ini menggunakan dialog dalam direct conversation and practice tentang aktivitas sehari-hari warga desa, makanan dan budaya local, serta tempat-tempat wisata.Kata Kunci: Peningkatan Kualitas SDM, Pelatihan Bahasa Inggris, Huta RajaABSTRACTEnglish language training program is considered important to be implemented. This is important because English is a foreign language that must be mastered, especially in tourist areas that are visited by many foreign tourists. Based on observations made in the village of Huta Raja, Kampung Ulos Samosir, there is a need for the community to be able to speak and communicate in English because the area has tourism potential which is located in the Lake Toba area. This training aims to improve the English language skills of the community, especially hotel and homestay business activists, as well as to improve the people's standard of living through tourism. The implementation of this training uses dialogue in direct conversation and practice about the daily activities of villagers, local food and culture, as well as tourist attractions.