Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASSISTANCE FOR REVITALIZATION OF KELAPA LIMA BEACH AREA BASED ON RELIGIOUS MODERATION AS A TOURISM CENTER AND PEACE BUILDING FOR THE PAPUTUNGAN COMMUNITY ARIF RAHMAN HAKIM; Irwan Ramadhani; Khoirun Nikmah; Amir Mukminin
Jurnal Al Basirah Vol. 2 No. 2 (2022): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v2i2.42

Abstract

Kelapa Lima Beach, which is located in Paputungan Village, West Likupang, North Minahasa, is a natural asset of the village on the sea coast. However, over time the name Kelapa Lima Beach began to dim even the generation of the 90s and below did not know the name of the beach owned by this village. So, people just call it Pante Muka. This beach, which has the beauty of dusk, used to be the center of the crowd, but now it is only as a boat stopover. This is because the social community is divided due to the construction of a hotel area by PT Bhineka Mancwisata on community land which he said had been purchased in the 90s. Therefore, the existence of KKN Nusantara students who carry out the strengthening of religious moderation can provide a way out in the midst of the community's perspective on this conflict. Students jumped in bringing the ABCD method whose emphasis is on asset development. Departing from this beach asset which is based on the longing of the community, students make students revitalize the beach. After this activity was carried out, the community again enlivened the vicinity of the beach. In fact, this indirectly supports the program of the tourism awareness group that is the core group of students in carrying out their work. This result can open up people's views regarding the potential assets owned. Later, the Kelapa Lima Beach area can become a tourism center that can grow the economy of the village community.
Analisis Pelaksanaan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran IPA di SMPN 1 Jenangan Ponorogo Arif Rahman Hakim; Risky Meita S; Sulistya Oktaviona
Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal Vol 2, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Tadris Biologi, Tadris Fisika and Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ak.v2i2.7883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Jenangan Ponorogo. fokus dari penelitian ini adalah pada analisis terhadap proses pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Jenangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripti dengan subjek penelitian terdiri dari waka kurikulum, guru IPA, dan peserta didik SMPN I Jenangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi secara langsung, wawancara, dan dokumentasi dan analisa data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data dan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Jenangan pada tahap perencanaan telah terdeskripsikan dengan jelas sesuai dengan langkah-langkah dalam pendekatan saintifik, pada tahap pelaksanaan pendakatan saintifik telah dilaksanakan sesuai dengan yang tertulis di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan melakukan perubahan karena adanya kondisi atau situasi kelas yang tidak memungkin pelaksanakan pembelajaran sesuai rencana awal yang ditetapkan, dan untuk pelaksanaan pendekatan saintifik dalam kegiatan penilaian juga telah dilaksanakan dengan tepat dimana teknik yang digunakan disesuaikan dengan ranah yang dinilai yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik.
ASSISTANCE OF TOURISM LEARNING MODELS TO INCREASE CHILDREN’S LEARNING ENTHUSIASM OF LERENG BAYANGKAKI Linda Ayu Karisma; Safana Reih Tazkiya; Arif Rahman Hakim
MANGENTE: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2021): MANGENTE: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : IAIN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mangente.v1i1.2254

Abstract

ABSTRACTMlokolegi Hamlet, Temon Village, is a village located in Sawoo District, Ponorogo Regency, East Java, Indonesia. Temon Village has various natural resources (SDA) that have the potential to be developed. In contrast to the condition of existing natural resources, the quality of human resources (Human Resources) is still in the development stage, both in understanding the knowledge of environmental potential and skills in facing competition. Limitations in the learning process in Temon Village are an inhibiting factor in improving the quality of education. Based on the results of observations using the ABCD (Asset Based Community Development) method, the potential for enthusiasm for learning for the children of the Bayangkaki slopes is a provision to carry out mentoring activities for the learning model of field trips. This is supported by the soothing natural conditions of the Bayangkaki slopes as a location for learning activities. In the midst of the mentoring process that has been carried out, the enthusiasm of the sons and daughters of the Bayangkaki slopes has increased. This statement is evidenced by the increasing number of activity participants in each meeting as well as arrivals that are earlier than the predetermined schedule. The results of the implementation of the study tour show that overall the sons and daughters of the Bayangkaki slopes through nature school activities have increased knowledge and are more comfortable in the learning process. The existence of assistance with the field trip method is the right and effective strategy in achieving learning objectives as an effort to improve the quality of human resources in Mlokolegi Hamlet, Temon Village.Key Word: Enthusiasm to learn, Human Resource, Field trip Learning, Asset Based Community Development ABSTRAKDusun Mlokolegi Desa Temon merupakan desa yang terletak di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Jawa Timur Indonesia. Desa Temon memiliki SDA (Sumber Daya Alam) beragam yang berpotensi untuk  dikembangkan. Berbeda hal nya dengan kondisi SDA yang ada, kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) masih dalam taraf perkembangan baik dalam memahami pengetahuan potensi lingkungan maupun ketrampilan menghadapi persaingan. Keterbatasan dalam proses pembelajaran di Desa Temon menjadi faktor penghambat peningkatan kualitas pendidikan. Berdasarkan hasil observasi menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development), adanya potensi antusiasme belajar putra putri lereng Bayangkaki menjadi bekal untuk melaksanakan kegiatan pendampingan model pembelajaran karya wisata. Hal ini didukung dengan kondisi alam lereng Bayangkaki yang menenangkan sebagai lokasi kegiatan pembelajaran. Ditengah proses pelaksanaan pendampingan yang telah di laksanakan, antusiasme putra putri lereng Bayangkaki mengalami peningkatan. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan bertambahnya jumlah peserta kegiatan dalam setiap pertemuan serta kedatangan yang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Hasil pelaksanaan pembelajaran karya wisata menunjukkan bahwa secara keseluruhan putra putri lereng Bayangkaki melalui kegiatan sekolah alam mengalami peningkatan pengetahuan dan semakin nyaman dalam proses pembelajaran. Adanya pendampingan dengan metode karya wisata menjadi strategi yang tepat dan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran sebagai upaya peningkatan kualitas SDM di Dusun Mlokolegi Desa Temon.Kata kunci: Antusiasme belajar, Sumber Daya Manusia, Pembelajaran Karyawisata, Asset Based Community Development