Anak Agung Raka Asmariani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Tiga Jalur Pendidikan Dalam Pengembangan Mutu Pembelajaran Etika Dan Moral Anak Agung Raka Asmariani
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 4 No 02 (2018)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.108 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v4i2.577

Abstract

Each; Every birth that happened is appearance a new stupidity. This matter will experience of a transform through process instruction of science. Education band play a part very important.One of the important problem in life in this fatherland is moral and ethics, Education bands represent medium education of child giving an enrichment in moral and ethics in society. Teaching moral value and ethics better more is having the character example of. Do something better then just say of words. that multifarious Value Moral kinds of, including loyalitas, benefaction, honorary, truth, respek, sociability, integrity, justice, cooperation.
The importance of Sambhasa (debate method) for increasing the self-confidence of the younger generation of Hindu in Bali I Gusti Putu Gede Widiana; Anak Agung Raka Asmariani; I Made Sudarya, I Made Dirgantara Dwi Putra
Dharmakirti : International Journal of Religion, Mind and Science Vol. 1 No. 2: (April) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/ijroms.v1i2.2024.471

Abstract

Introduction: Sambhasa is the art of debate and logic in India, equipped with a structured debating method. Hindu followers have three ways to resolve issues: first is Vada (discussion), second is Samvada (dialogue), and third is Tarka (Debate). Debate is a highly intellectual and refined skill aimed at elevating Hindus from various impure beliefs and thoughts that can be detrimental to Hindu Dharma. Methods: His article represents the outcome of a textual research study that examines the content, meaning, structure, and discourse of texts. The author analyzes both published texts that have undergone text criticism and unpublished texts or manuscripts. Finding: Debating becomes a fascinating discipline, inclusive of pramana, which involves seeking fundamental truths through four methods of observation: pratyaksa, anumana, upamana, and sabda, recognized by the Nyaya system as the four valid sources of knowledge. Debate is an engaging activity for the youth believed to boost confidence and shape positive character. Conclusion: However, a drawback lies in the dominance of participants who are confident and well-versed, overshadowing those who lack confidence and expertise in competitive debate.
Edukasi Komunitas untuk Mewujudkan Generasi Emas di Sanggar Gembira Belajar Ni Putu, Shinta Utari Dewi; Surpi, Ni Kadek; Sinarsari, Ni Made; Wika, I Made; Anak Agung Raka Asmariani
Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): September
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sevanam.v5i2.7103

Abstract

Masa prasekolah (0–6 tahun) merupakan periode emas yang menentukan tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak. Penguatan kapasitas orang tua dalam pengasuhan menjadi kebutuhan penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal, termasuk melalui integrasi nilai agama dan kearifan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua dan pendamping anak usia prasekolah mengenai tumbuh kembang anak, konsep anak suputra dalam perspektif Hindu, dan karakter anak berdasarkan Wariga Bali. Kegiatan dilaksanakan di Sanggar Gembira Belajar, Denpasar, pada Mei–Juni 2026 menggunakan metode pendidikan masyarakat dan pendampingan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan praktik sederhana. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan, dan 24 peserta mengisi kuesioner tingkat pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan 20 peserta (83,33%) berada pada kategori baik dan 4 peserta (16,67%) pada kategori cukup, dengan nilai rata-rata 77,93 (kategori baik). Temuan ini menunjukkan kegiatan edukasi berbasis komunitas mampu mendukung pemahaman peserta mengenai tumbuh kembang anak, pembentukan karakter, dan pemanfaatan kearifan lokal dalam pengasuhan. Kegiatan ini memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan utama dalam mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkarakter.