Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENANDAAN DIETIL KARBAMAZIN (DEC) DENGAN RADIONUKLIDA TEKNESIUM-99m SEBAGAI SEDIAAN DIAGNOSTIK UNTUK DETEKSI DINI FILARIASIS Aang - Hanafiah; Nurlaila - Z; Nanny Kartini Oekar; Misyetti - -
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.242 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v4i1.43

Abstract

AbstrakSalah satu penyakit menular yang pada tahun belakangan ini menyerang beberapa provinsi di Indonesia adalah penyakit kaki gajah (elephantiasis) atau dikenal dengan filariasis. Beberapa daerah sudah dinyatakan endemik. Karena jumlah penderita filariasis cukup signifikan dengan memberikan dampak menahun yang sangat mengganggu, tidak hanya nilai estetika, namun juga penurunan produktivitas kerja, kualitas hidup dan penurunan indeks pembangunan, maka penyakit ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan RI. Karena itu pula, di dalam Agenda Riset Nasional (ARN) 2005-2025, ruang lingkup penelitian dalam menanggulangi penyakit menular, termasuk filariasis, lebih diarahkan pada pengembangan metode pengendalian dan pencegahan, dimana salah satu lingkup kegiatannya adalah penelitian tentang diagnosis dan pendeteksian dini. Permasalahan yang dihadapi oleh hampir semua pihak dalam memberantas penyakit infeksi atau penyakit menular, yaitu terlambatnya penyakit tersebut terdiagnosis atau terdeteksi lebih awal. Mengingat bahwa Dietilkarbamazin sering djadikan obat pilihan pada penanganan filariasis, dan dari struktur kimianya memungkinkan dapat ditandai dengan unsur radioaktif yang kelak dapat digunakan sebagai perunut (tracer) dalam proses diagnosis teknik nuklir kedokteran, maka untuk tujuan tersebut telah dilakukan penandaan Dietilkarbamazin dengan radionuklida teknesium-99m. Penandaan dilakukan dengan metode tidak langsung menggunakan DTPA dan Glukoheptonat sebagai co-ligand. Hasil penandaan optimal dengan kemurnian radiokimia di atas 95% diperoleh pada komposisi formula yang mengandung 4mg DEC, 100μg SnCl2.2H2O, pH 4, dan waktu inkubasi 5-20 menit pada suhu kamar. Dengan tersedianya senyawa bertanda radioaktif berbasis obat yang spesifik bekerja terhadap cacing filaria, diharapkan sediaan ini dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi praktisi medis dalam mendeteksi penyakit filariasis lebih dini. Kata kunci: DEC, Teknesium-99m, filariasis  AbstractOne of the infectious diseases attacked several provinces in Indonesia in recent years is elephantiasis or known as filariasis disease. Some already declared as endemic areas. Because a significant number of filariasis patients with chronic impacts are very disturbing, not only in aesthetic value, but also a decrease in productivity, quality of life and lowering in development index, the disease is getting serious attention from the Indonesian Ministry of Health. Hence, in the National Research Agenda (ARN) 2005-2025, the scope of research in the treatment of infectious diseases, including filariasis, more focused on the development of control and prevention methods, where the scope of its activity is on the diagnosis research and early detection. The problem faced by almost all parties in combating infectious or contagious disease, is a delay in diagnosis or in early detection. Considering that Diethylcarbamazine often used as the drug of choice in the treatment of filariasis, and the possibility of chemical structure that can be labeled with a radioactive substance to be used as a tracer in the nuclear medicine diagnostic techniques, then in the present study the labeling of Diethylcarbamazine with technetium- 99m radionuclide has been carried out using DTPA and Glucoheptonate as co-ligand. The optimal labeling with the chemical purity more than 95% was obtained on the composition formula containing of 4mg DEC, 100μg SnCl2.2H2O, pH 4, and the incubation time of 5-20 minutes at room temperature. With the availability of labeled compounds based on specific drugs that work against filarial worms, we all hope that this preparation can be used to solve the problems faced by medical practitioners in detecting filariasis disease as early as possible.  Keywords: DEC, Technetium-99m, filariasis