Adang - Firmansyah
Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Jl. Soekarno-Hatta No. 354 (Parakan Resik 1), Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRODUKSI ASTAXANTHIN DARI MIKROALGA Haematococcus pluvialis MENGGUNAKAN EKSTRAKSI KARBON DIOKSIDA SUPERKRITIKAL YANG DIMODIFIKASI Adang - Firmansyah; Wiwin - Winingsih; Zenith Virgina Ababiel; Nella - Nurmeilasari; Ati - Setiasih
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.756 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.113

Abstract

Astaxanthin adalah pigmen karotenoid yang memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan turunan β-karoten lainnya dan vitamin E. Sumber utama astaxanthin alami terdapat dalam mikroalga Haematococcus pluvialis yang dapat ditemukan di berbagai wilayah perairan di Indonesia. Astaxanthin alami dari H. pluvialis dapat diperoleh melalui proses isolasi. Sebagian besar metode isolasi yang telah diteliti menggunakan ekstraksi pelarut yang memiliki efek buruk pada lingkungan dan kesehatan, berbeda dengan ekstraksi superkritis CO2 yang memiliki efek baik pada lingkungan dan kesehatan. Pada penelitian ini, H. pluvialis dikultivasi, diinduksi dengan mengoptimalkan berbagai metode induksi stres, kemudian diisolasi dengan ekstraksi superkritis CO2 yang dimodifikasi menggunakan dry ice CO2 sebagai pelarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H. pluvialis menghasilkan astaxanthin pada induksi cahaya matahari dengan panjang gelombang maksimum sesuai dengan produk standar yaitu 474 nm. Pengujian terhadap skema isolasi dan uji kesesuaian sistem menunjukkan bahwa pembentukan cairan superkritis dari dry ice CO2 ditentukan oleh massa, volume, dan suhu. Hasil dari uji pendahuluan kemudian dirancang sebuah ekstraktor dari bahan stainless steel dan hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstraktor masih perlu dikembangkan, adapun isolasi yang dilakukan pada chamber simulasi menunjukkan tidak terjadi pemisahan.Kata Kunci: Astaxanthin, Haematococcus pluvialis, Ekstraksi CO2 Superkritis.