Dewi Yustika Sari
Departemen Farmasetika, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Jl. Soekarno-Hatta No.354 (Parakan Resik 1), Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

[REVIEW] PENGARUH KOFORMER NIKOTINAMID DAN METODE PEMBENTUKAN KOKRISTAL TERHADAP KELARUTAN ZAT AKTIF TIDAK LARUT AIR Revika Rachmaniar; Deby Tristiyanti; Dewi Yustika Sari
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.899 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.134

Abstract

Kokristalisasi merupakan salah satu teknik untuk meningkatkan kelarutan zat aktif farmasi yang 70%kelarutannya tidak larut dalam air. Kokristal terdiri dari zat aktif dan bahan tambahan yang disebutdengan koformer yang dihubungkan oleh interaksi non kovalen. Pengaruh pembentukan kokristalisasizat aktif dengan menggunakan koformer nikotinamid dalam upaya meningkatkan kelarutannyadikemukakan dalam kajian pustaka ini. Nikotinamid berperan sebagai koformer larut air yang palingstabil. Zat aktif yang berhasil dibuat kokristal menggunakan metode solvent evaporation yaitu katekin,artesunat, ketoprofen, diflunisal, ibuprofen, simvastatin dan prulifloxacin, menggunakan metode slurrydiantaranya karbamazepin dan didanosin, sedangkan dengan metode liquid assisted grinding yaituzaltoprofen dan furosemid. Peningkatan kelarutan zat aktif yang menggunakan solvent evaporationhingga 6 kali, menggunakan metode slurry hingga 1,86 kali, dan menggunakan metode liquid assistedgrinding hingga 166.666,67 kali. Peningkatan kelarutan ini disebabkan adanya ikatan hidrogen yangterbentuk antara zat aktif dan koformer, serta karakterisasi yang menunjukan kokristal berhasilterbentuk, yaitu adanya fase kristal baru. Dalam review artikel dapat disimpulkan bahwa zat aktif yangtelah dibentuk kokristal menggunakan koformer nikotinamid dengan beberapa metode yang berbedamenunjukkan peningkatan kelarutan hingga 166.666,67 kali. Kata kunci : Kokristalisasi, Zat aktif tidak larut air, Nikotinamid, Kelarutan