Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sri, Kurniasih APLIKASI PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN BALITA STUNTING DI USIA 1 – 2 TAHUN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS (STUDI KASUS: POSYANDU KUTAWARINGIN BANDUNG) SRI KURNIASIH
Jurnal Komputer Bisnis Vol 16 No 1 (2023): Jurnal Komputer Bisnis
Publisher : LPKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi pada balita dan permasalahannya semula dianggap sebagai masalah kesehatan yang biasa terjadi di masyarakat dan penanganannya hanya dapat ditangani oleh medis atau kedokteran. tetapi, saat ini permasalahan gizi terutama pada balita khususnya di lingkungan masyarakat kelurahan Kutawaringin Bandung semakin berkembang. Survei membuktikan beberapa penyebab terjadinya kekurangan gizi pada balita di daerah tersebut adalah akibat kemiskinan, kekurangan pasokan pangan, kurangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan kebutuhan gizi serta permasalahannya. Hal ini tentu saja akan berdampak buruk bagi pertumbuhan balita jika tidak ditangani dengan cepat. Salah satu permasalahan gizi utama pada masyarakat berdasarkan tujuan diagnostik adalah penyakit Stunting (pendek) yang dapat mempengaruhi berat badan, tinggi badan dan ukuran lingkar kepala yang tidak sesuai dengan umur balita. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pihak Posyandu Kutawaringin dalam menentukan balita stunting dengan cara menggunakan aplikasi sistem pendukung keputusan. Adapun metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan metodologi yang digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak menggunakan metode prototype dan metode TOPSIS digunakan sebagai alat perangkingan dalam menentukan balita stunting. Perancangan aplikasi pendukung keputusan ini menggunakan MySQL Server sebagai penyimpanan database dengan bahasa pemograman codeigniter (CI) dan beberapa tools lainnya untuk melengkapi perancangan perangkat lunak. Penerapan aplikasi ini dapat memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat di Posyandu Kutawaringin guna membantu para petugasnya dalam menentukan balita stunting, sehingga dapat merekomendasikan pihak terkait untuk melakukan tindakan penanganan balita stunting secara cepat dan tepat, serta memudahkan penyediaan data untuk kebutuhan pelaporan jumlah balita stunting di lingkungan Posyandu dan Puskesmas Kutawaringin.
Sri, Kurniasih PERANCANGAN APLIKASI PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT MOBIL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS: PT ASTRA INTERNASIONAL ISUZU SALES OPERATION BANDUNG) SRI KURNIASIH; Alya Rahma Putri
Jurnal Teknologi Informasi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : INSTITUT DIGITAL EKONOMI LPKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Astra Internasional Isuzu Sales Operation Bandung adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang otomotif, Salah satu proses bisnis yang berjalan adalah melakukan penjualan mobil secara kredit. Dalam proses pemberian kredit kepada pelanggan tidak lah mudah, PT. Astra International harus mempertimbangkan beberapa ketentuan persyaratan yang sesuai dengan penilaian dalam ketentuan pemberian kredit dari Perusahaan. Penilaian yang dilakukan terhadap persyaratan tersebut diantaranya kepribadian, relasi, penghasilan, jaminan, kondisi pekerjaan, kelengkapan dokumen, rekening tabungan, kedisiplinan pembayaran kredit, domisili, kondisi tempat tinggal, dan kartu keluarga. Saat ini Perusahaan khususnya pada bagian Credit Analyst terdapat kendala dalam menentukan atau merekomendasikan orang yang layak diberikan kredit mobil, sehingga jika terjadi kesalahan akan menghambat proses penjualan secara kredit dengan menurunkan tingkat kredit macet pada beberapa pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi Pendukung Keputusan yang digunakan oleh bagian Credit analyst dalam merekomendasikan siapa pemohon kredit yang layak untuk diberikan pengajuan pemberian kredit mobil, selain cepat dalam pengambilan keputusannya, diharapkan aplikasi ini mampu menurunkan permasalahan kredit macet karena dapat memantau pemohon kredit dari hasil penilaian setiap persyaratan yang ada
OPTIMALISASI PROSES BISNIS PUBLIKASI DIGITAL BIDANG HUMAS DKPP JABAR MELALUI ANALISIS FMEA DAN PENDEKATAN BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT (BPI) SRI KURNIASIH; amanda margaretha S; Muhtarudin MM; Tini Martini MM; Janadi Thamrin MM
Jurnal Teknologi Informasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : INSTITUT DIGITAL EKONOMI LPKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi proses bisnis merupakan faktor kritis dalam mendukung kinerja organisasi pemerintah. Studi ini berfokus pada proses bisnis di Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (DKPP Jabar), yang menghadapi kendala inkonsistensi dan ketidakteraturan dalam pengelolaan publikasi digital. Permasalahan utama disebabkan oleh belum adanya Standard Operating Procedure (SOP) tertulis, sehingga alur kerja mulai dari pengumpulan materi, verifikasi, hingga monitoring konten menjadi tidak terstandarisasi. Akibatnya, perencanaan konten tidak berjalan secara optimal, kualitas tampilan media menurun sehingga unggahan seringkali tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dalam proses bisnis yang ada dan merancang usulan perbaikan proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mendukung pengelolaan informasi di Humas DKPP Jawa Barat melalui pemanfaatan teknologi digital secara optimal dan memperkuat fungsi publikasi. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi kegagalan beserta risikonya secara sistematis. Selanjutnya, pendekatan Business Process Improvement (BPI) pada fase streamlining diterapkan dalam penyusunan rekomendasi perbaikan /merancang ulang proses bisnis yang lebih optimal. Hasil analisis dan pengujian menunjukan bahwa usulan proses bisnis mampu meningkatkan proses bisnis yang adadi tandai dengan berkurangknya waktu aktivitas tertentu dan tersedianya alur kerja (SOP) yang lebih terstruktur. Diharapkan implementasi usulan ini dapat menciptakan tata kelola informasi kehumasan yang lebih terintegrasi, terukur, dan mampu mendukung pencapaian tujuan publikasi di Humas DKPP Jawa Barat.
PENILAIAN TINGKAT KAPABILITAS DEPARTEMEN TI PT. VISI KARYA PRAKARSA MENGGUNAKAN COBIT 5 (DOMAIN APO4, APO12, APO13, DAN DSS05) SRI KURNIASIH; Khoirunisa Mujahidah Salman
Jurnal Teknologi Informasi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : INSTITUT DIGITAL EKONOMI LPKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Visi Karya Prakarsa merupakan perusahaan yang memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) untuk menunjang proses bisnisnya, dengan fokus utama pada pengembangan produk aplikasi bernama Antrique—sebuah aplikasi antrian berbasis web dan mobile. Meskipun pemanfaatan TI telah berjalan dengan baik, masih ditemukan kekurangan dalam penerapannya, khususnya pada aspek keamanan. Hal ini terbukti dengan terjadinya insiden keamanan (security incident) berupa peretasan (hacking) pada aplikasi Antrique. Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, diperlukan pemahaman mengenai tingkat kematangan tata kelola keamanan TI di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Tingkat Kapabilitas (Capability Level) keamanan TI pada Departemen TI PT Visi Karya Prakarsa dengan menggunakan Kerangka kerja (framework) COBIT 5 pada domain proses APO04, APO12, APO13, dan DSS05. Hasil penilaian kapabilitas ini diharapkan dapat mengidentifikasi titik lemah dan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang berbasis bukti, sehingga berbagai kerentanan dapat diatasi secara sistematis. Penelitian diawali dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Data kemudian dianalisis untuk menghitung Tingkat Lapabilitas (Capability Level) kondisi as-is, melakukan analisis kesenjangan (Gap Analysis), dan merumuskan rekomendasi. Hasil penilaian menunjukkan level kapabilitas pengelolaan inovasi (APO04) berada pada level 2.2 (Managed Process), pengelolaan layanan keamanan (DSS05) pada level 2.6 (Established Process), serta pengelolaan risiko (APO12) dan keamanan (APO13) masing-masing pada level 2.3 (Managed Process), temuan ini mengindikasikan bahwa seluruh proses memerlukan peningkatan kematangan yang berkelanjutan untuk ketahanan keamanan TI perusahaan secara terstruktur