Inda Mariana Harahap Inda Harahap
Bagian Keilmuan Keperawatan Anak, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI PREMATUR, BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME: SUATU STUDI KASUS Irma Damayanti; Inda Mariana Harahap Inda Harahap; Nova Fajri Nova Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 3 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi yang berusia kurang dari satu bulan berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, tanpa penanganan yang tepat dapat berakibat fatal seperti kecacatan dan kematian. WHO melaporkan 1 juta bayi baru lahir meninggal dalam 24 jam pertama. Penyebab tingginya angka kematian bayi adalah kelahiran prematur. Bayi prematur yang lahir dengan usia gestasi 37 minggu berisiko lebih besar mengalami berat badan lahir rendah (BBLR) dan respiratory distress syndrom (RDS) dikarenakan ketidakmatangan organ paru-paru. Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah mengetahui asuhan keperawatan pada bayi Ny. NF dengan prematur, berat badan lahir rendah dan respiratory distress syndrome. Diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus ini adalah risiko hipotermi, pola napas tidak efektif, risiko aspirasi, defisit nutrisi, risiko infeksi, gangguan perlekatan dan risiko gangguan tumbuh kembang. Intervensi yang diberikan berdasarkan standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). Intervensi yang diberikan meliputi monitor suhu tubuh, pola napas dan kebersihan jalan napas, monitor asupan nutrisi, tanda dan gejala infeksi, monitor pelaksanaan asuhan perkembangan di NICU, serta monitor interaksi orang tua dan bayi. Tindakan teuraperik yang diberikan seperti pemberian oksigen, pembersihan jalan napas, pengaturan posisi pasien, meminimalkan kebisingan, mengatur suhu inkubator dan ruangan, meminimalkan pencahayaan dan lainya. Selain itu diberikan tindakan kolaboratif seperti pemberian produk darah, cairan, dan obat. Evaluasi menunjukan bahwa masalah risiko hipotermi teratasi sebagian, pola napas teratasi sebagian, aspirasi tidak terjadi, defisiti nutrisi teratasi sebagian, syok tidak terjadi, dan intervensi dilanjutkan oleh perawat ruangan untuk mengatasi dan pencegahan masalah.