Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunkasi politik dan penerapan untuk memenangkan Pasanga Calon yang di usung, untuk memenangkan pasangan calon yang di usung dalam pemilihan walikota dan wakil walikota makassar periode 2018-2022, partai politik menerapkan strategi komunikasi politik partai dengan membangun komunikasi terbuka ke masyarakat umum, penyebaran isu-isu politik terhadap lawan politik untuk mencapai suatu kemenangan, menjual program-program pasangan calon walikota dan wakil walikota makassar kedepan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pertama, mengetahui strategi komunikasi partai politik (PBB, PDI- Perjuangan, GERINDRA) Kota Makassar.Kedua, mengetahui penerapan strategi komunikasi partai politik (PBB, PDI-Perjuangan, GERINDRA) Kota Makassar.yang dijalankan tim pemenangan koalisi Partai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teori merupakan panduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen (communications management). Dalam penelitian ini peneliti mengambil enam orang informan dari tiga partai sebagai sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian terdapat beberapa peran yang dilakukan oleh partai koalisi pemenangan selama masa pengusungan, penetapan sampai pada pemilihan partai koalisi membangun strategi politik unruk memenangkan dengan cara mengembangkan isu-isu politk, menjual program-program calon walikota dan wakil walikota dan kampanye. kampanye dilakukan dengan tiga cara: kampanye tatap muka, kampanye menggunakan media sosial, dan kampanye terbuka (grand campaign). Hambatan yang dialami tim pemenangan tim pasangan calon walikota dan wakil walikota Nomor urut 01, yaitu belum solidnya koordinasi dan komunikasi antar tim pemenangan serta distorsi persepsi, yaitu kekeliruan yang disebabkan oleh pemikiran yang sempit dari pemilih pemula sehingga cukup kesulitan dalam menyampaikan program-program serta visi dan misi.. Sementara yang menjadi peluang bagi tim pemenangan ialah ketertarikan masyarakat terhadap visi dan misi serta elemen pergerakan pemasaran politik yang sangat mumpuni, yang mampu memberikan presentasi hasil suara yang sangat signifikan sehingga berhasil membujuk pemikiran masyarakat di Kota Makassar untuk memilih pasangan calon walikota dan wakil walikota Nomor urut 01.