Kemampuan membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Membaca itu sendiri dipergunakan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan sebagainya. Kemampuan membaca merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh semua siswa sejak dini. Keterampilan membaca tidak akan diraih dengan mudah oleh setiap siswa kalau tidak dibiasakan dari awal. Selain itu untuk mencapai keterampilan tersebut membutuhkan model pembelajaran yang afektif. Membaca merupakan kegiatan yang sering dibutuhkan semua individu khususnya siswa utntuk mencermati sebuah wacana, memahami kata mencari informasi dan kata-kata lain yang berkaitan dengan kegiatan belajar. Dapat menghemat waktu, menciptakan efesiensi, memperluas cakrawala mental siswa, membantu berbicara secara efektif, membantu menghadapi ujian dan sebagainya. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda (heterogen). Pembelajaran kooperatif dikenal sebagai pembelajaran secara berkelompok. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Penggunaan Media Puzzle dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Negeri 6 Batur tahun pembelajaran 2021/2022 hal ini terlihat dari kemampuan membaca siswa pada data awal dengan rata – rata sebesar 60,7 kemudian pada siklus I meningkat menjadi 69,9 dan pada Siklus II meningkat menjadi 87.