Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDATAAN CERITA "NGUSABA TEGEN/TATAG" SEBAGAI BASIS LITERASI DENGAN KEARIFAN LOKAL DI DESA KEDISAN Ni Komang Herni Laksmi Dewi; I Putu Oka Suardana
Jurnal Pendidikan DEIKSIS Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan DEIKSIS
Publisher : STKIP Suar Bangli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.027 KB)

Abstract

Berbagai keunikan tradisi budaya Bali dapat ditemui di Kawasan Batur Global Geopark Bangli. Salah satunya tradisi ngusabha tegen di Desa Kedisan, Kintamani. Berbeda dengan upacara Ngusabe Tegen di Desa Palaktiying dan Landih ngusabha tegen di Desa Kedisan menggunakan sarana sesajen yang digunakan berupa banten tegenan dan tidak boleh menggunakan jajan atau ikan yang digoreng. Sebaliknya, jajan atau ikan yang dipergunakan mesti dikuskus, direbus atau dibakar. Tradisi saba tegen merupakan dresta dari masyarakat Desa Kedisan yang tersuratkan pada lontar siwa purana dan sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak desa kedisan ini berdiri. Sarana banten tegenan ini diantaranya hasil pertanian dari masyarakat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, ikan dan lainya. Salah satu keunikan dari saba tegen adalah isi sesaji dari banten tegenan ini sarwa/serba (20) dua puluh. Ngusaba Tatag merupakan rangkaian kegiatan upacara agama Hindu yang digelar sekali dalam tahun, tergolong tradisi unik karena ritual tersebut hanya digelar di desa Kedisan Kintamani, itulah sebabnya tradisi tersebut menjadi sesuatu yang berbeda dan menjadi daya tarik sendiri bagi warga lainnya di Bali, bahkan bagi wisatawan pun ini menjadi atraksi tahunan rutin yang cukup menarik untuk disaksikan, apalagi Kintamani sendiri adalah tujuan objek wisata populer di Bali, sehingga tradisi Ngusaba Tegen yang digelar di desa Kedisan, akan menambah tawaran atraksi wisata yang dimiliki oleh Kintamani.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS 1 SDN 6 BATUR Ni Komang Herni Laksmi Dewi
Jurnal Pendidikan DEIKSIS Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan DEIKSIS
Publisher : STKIP Suar Bangli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.911 KB)

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Membaca itu sendiri dipergunakan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan sebagainya. Kemampuan membaca merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh semua siswa sejak dini. Keterampilan membaca tidak akan diraih dengan mudah oleh setiap siswa kalau tidak dibiasakan dari awal. Selain itu untuk mencapai keterampilan tersebut membutuhkan model pembelajaran yang afektif. Membaca merupakan kegiatan yang sering dibutuhkan semua individu khususnya siswa utntuk mencermati sebuah wacana, memahami kata mencari informasi dan kata-kata lain yang berkaitan dengan kegiatan belajar. Dapat menghemat waktu, menciptakan efesiensi, memperluas cakrawala mental siswa, membantu berbicara secara efektif, membantu menghadapi ujian dan sebagainya. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda (heterogen). Pembelajaran kooperatif dikenal sebagai pembelajaran secara berkelompok. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Penggunaan Media Puzzle dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Negeri 6 Batur tahun pembelajaran 2021/2022 hal ini terlihat dari kemampuan membaca siswa pada data awal dengan rata – rata sebesar 60,7 kemudian pada siklus I meningkat menjadi 69,9 dan pada Siklus II meningkat menjadi 87.