Regina T. Saerang
Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF OLDER WORKERS ABILITY IN USING INFORMATION TECHNOLOGY AT DINAS PANGAN DAERAH SULUT IN INCREASING WORK PERFORMANCE Rudolf Jonatan Polii; Willem J. F. A. Tumbuan; Regina T. Saerang
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 11 No. 1 (2023): JE. Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.637 KB) | DOI: 10.35794/emba.v11i1.45662

Abstract

The purpose of this study is to examine the daily experience of the ability in using information technology (IT) by older workers at Dinas Pangan Daerah Sulut, to identify the factors that affect the ability of older workers in the usage of IT at Dinas Pangan Daerah Sulut, and also to identify ways in which Dinas Pangan Daerah Sulut needs to implement strategies that will contribute to work performance and overall effectiveness for older workers in using and developing Information Technology. This study uses a qualitative approach with data collection using interviews with 10 civil servants at Dinas Pangan Daerah Sulut who are over 50 years old or classified as older workers. Results found that daily experience of older workers’ ability in using information technology still has difficulties in using software that has a high complexity of use. On the positive side, information technology is a tool that can help them increase their work performance. The ability in using IT of older workers IT influenced by age, intention, educational background, and also financial factors that support IT facilities for older workers. Older workers need good management innovations such as direct and indirect training as well as good work synergy between generations in the workplace. Keywords: Older Workers, Work Ability, Information Technology, Work Performance
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Kerja terhadap Disiplin Kerja Pegawai di Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Raja Ampat Istiany P. Kabes; Greis M. Sendow; Regina T. Saerang
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13846

Abstract

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan perangkat pemerintah daerah yang memiliki tugas strategis dalam menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Raja Ampat memiliki karakteristik pekerjaan operasional dan lapangan yang membutuhkan kepatuhan terhadap komando, ketepatan waktu, koordinasi, serta kemampuan bekerja dalam tim. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya kerja terhadap disiplin kerja pegawai pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Raja Ampat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS. Sebanyak 162 responden dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja dengan koefisien 0,217, t hitung 3,240, dan signifikansi 0,000. Budaya kerja juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,235, t hitung 3,722, dan signifikansi 0,000. Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan dengan F hitung 43,907 dan signifikansi 0,000. Nilai R sebesar 0,796 menunjukkan hubungan kuat, sedangkan R Square 0,656 menunjukkan 65,6% variasi disiplin kerja dapat dijelaskan oleh kedua variabel. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu dalam menjalankan aturan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola kepemimpinan dan nilai kerja. Gaya kepemimpinan yang mampu memberikan arahan, keteladanan, pengawasan, dan dukungan dapat mendorong pegawai menjalankan tugas tertib. Budaya kerja yang diterapkan dapat memperkuat kebiasaan disiplin, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap ketentuan organisasi. Hasil penelitian ini menjadi masukan bagi instansi dalam meningkatkan disiplin pegawai melalui penguatan kepemimpinan dan budaya kerja.