Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK PENGUNJUNG WISATA BUKIT SALAPAR DI DESA CIPTA KARYA KECAMATAN SUNGAI BETUNG KABUPATEN BENGKAYANG sarma siahaan; reine suci wulandari; eva nila
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v10i4.53635

Abstract

Salapar Hill tourism is one of the tourist destinations that has the potential to be developed into a natural tourism, to support this potential, a concept is needed in developing tourism development that can attract visitors to come to visit, so data on the development of Salapar Hill tourism objects are needed that are tailored to the characteristics of visitors. the tour. This study aims to obtain the characteristics of visitors in Bukit Salapar nature tourism. The study used a survey method by conducting direct interviews with respondents/visitors. The sampling technique of respondents in this study used the accidental sampling method. The characteristics of visitors who come to Bukit Salapar tourism are visitors from Bengkayang (76.74%) dominated by men (55.81%) with an age range of 13-24 years (95.35%), the latest education is high school graduates (51 ,16%), unmarried marital status (95.35%), occupations that dominate as students and college students (69.77%), information about tourism objects is mostly obtained from friends 67.44%, the highest number of visits is 1 time ( 60.47%), length of visit more than 4 hours (76.74%). with the main objective of enjoying the view of (65.12%).Keywords: Cipta Karya Village, Salapar Hill, Visitor Characteristics.AbstrakWisata Bukit Salapar menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup berpotensi dikembangankan menjadi salah satu wisata alam, untuk mendukung potensi tersebut diperlukan konsep dalam menyusun pengembangan wisata yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang berkunjung sehingga diperlukan data mengenai pengembangan obyek wisata Bukit Salapar yang disesuaikan dengan karakteristik pengunjung wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik pengunjung di wisata alam Bukit Salapar. Penelitian menggunakan metode survey dengan melakukan wawancara langsung terhadap responden/ pengunjung. Teknik pengambilan sampel responden pada penelitian menggunakan metode accidental sampling. Karakteristik pengunjung yang datang ke wisata Bukit Salapar yaitu pengunjung dari Bengkayang (76,74%) didominasi oleh laki-laki (55,81%) dengan kisaran usia 13-24 tahun sebesar (95,35%), pendidikan terakhir lulusan SMA (51,16%), status pernikahan belum menikah (95,35%), pekerjaan yang mendominasi sebagai pelajar dan mahasiswa (69,77%), informasi mengenai obyek wisata lebih banyak diperoleh dari teman 67,44%, jumlah kunjungan terbanyak 1 kali (60,47%), lama waktu kunjungan lebih dari 4 jam (76,74%). dengan tujuan utama untuk menikmati pemandangan sebesar (65,12%).Kata kunci: Desa Cipta Karya, Bukit Salapar, Karakteristik Pengunjung.
Penilaian Potensi dan Strategi Pengembangan Objek Wisata Riam Jajak Buru Desa Gombang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Hendrik Baptista; Sarma Siahaan; Tri Widiastuti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i9.8110

Abstract

Riam Jajak Buru di Desa Gombang memiliki keindahan alam, sumber air sepanjang tahun, serta minat kunjungan yang tinggi, tetapi pengembangannya belum optimal karena keterbatasan aksesibilitas, akomodasi, sarana, prasarana, dan fasilitas keamanan. Penelitian ini bertujuan menilai potensi daya tarik serta merumuskan strategi pengembangan wisata Riam Jajak Buru. Penelitian dilaksanakan pada 19 Maret–22 April 2025 menggunakan pendekatan deskriptif dengan data observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Responden terdiri atas 67 pengunjung dan 10 informan kunci yang dipilih secara purposif. Potensi wisata dianalisis menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam, sedangkan strategi pengembangan dirumuskan melalui analisis SWOT, IFAS, dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan skor total 3.049,6 dengan rata-rata 435,65, sehingga kawasan dikategorikan cukup layak dikembangkan. Daya tarik dan ketersediaan air bersih termasuk kategori baik; aksesibilitas serta kondisi sosial ekonomi berkategori sedang; sedangkan akomodasi, sarana dan prasarana, serta keamanan berkategori buruk. Nilai IFAS menghasilkan selisih kekuatan–kelemahan 2,71, sementara EFAS menghasilkan selisih peluang–ancaman 1,88. Posisi tersebut menempatkan kawasan pada Kuadran I dan mendukung strategi pertumbuhan agresif. Disimpulkan bahwa pengembangan perlu memprioritaskan perbaikan akses, fasilitas, keamanan, promosi digital, pelestarian lingkungan, pengembangan cendera mata, serta pembentukan kelompok sadar wisata berbasis masyarakat. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pengelolaan, kunjungan, dan kesejahteraan masyarakat Desa Gombang setempat.