Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN LESTARI

PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN FISIK TERHADAP KELIMPAHAN KERANG KEPAH (Polymesoda erosa) DI HUTAN MANGROVE DESA SUNGAI NILAM KECAMATAN JAWAI KABUPATEN SAMBAS M Sofwan Anwari; Juliarti Juliarti; Ahmad Yani; Joko Nugroho Riyono
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v10i4.54229

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of physical environmental factors, namely soil texture, soil salinity, soil pH, soil organic matter content, soil temperature and soil moisture, air temperature and humidity and light intensity on the abundance of mussel shells (Polymesoda erosa) in the forest. mangrove in Sungai Nilam Village, Jawai District, Sambas Regency. This study used a survey method, soil and mussel sampling techniques were carried out by purposive sampling and descriptive data analysis was used. Soil samples were tested in the laboratory to observe several parameters such as soil texture and soil organic matter content. The abundance of mussel shells in the mangrove forest of Sungai Nilam Village is not affected by soil texture because the typical texture in that location is clay, dusty and sandy dust, while mussels can also live in sandy areas. Soil organic matter suitable for mussel shells with a value of 4.24. The light intensity is suitable for mussel shells with a value of 2692 Cd. The temperature and humidity ranged from 29.9°C-35.1°C and 66%-88% were still suitable for the presence of mussels. Soil temperature and humidity ranged between 28-30°C and 52-56% which were good values for the presence of mussels. Soil pH in the range of 5.5-7 is a suitable value for the presence of mussels. Salinity suitable for mussel shells with a value of 10.3 ppt. The number of mussels obtained is an average of 3/m². Another factor that affects the existence of mussel shells is human activities that take mussel shells and seasonal factors also determine the number of shellfish in the forest.Keywords: abundance, environmental factors, mangrove forest, sungai nilam village AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh faktor lingkungan fisik yaitu tekstur tanah, salinitas tanah, pH tanah, kandungan bahan organik tanah, suhu tanah dan kelembaban tanah, suhu udara dan kelembaban udara dan intensitas cahaya terhadap kelimpahan kerang kepah (Polymesoda erosa) di hutan mangrove Desa Sungai Nilam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode survei, teknik pengambilan sampel tanah dan kerang kepah dilakukan secara purposive sampling dan analisis data menggunakan deskriptif. Sampel tanah diuji di laboratorium untuk melihat beberapa parameter yang diamati seperti tekstur tanah dan kandungan bahan organik tanah. Kelimpahan kerang kepah di hutan mangrove Desa Sungai Nilam tidak dipengaruhi oleh tekstur tanah dikarenakan khas tekstur yang ada dilokasi tersebut yaitu liat berdebu dan debu berpasir sedangkan kerang kepah juga bisa hidup di daerah berpasir. Bahan organik tanah yang cocok untuk kerang kepah dengan nilai 4,24. Intensitas cahaya yang cocok untuk kerang kepah dengan nilai 2692 Cd. Suhu dan kelembaban udara berkisar antara 29,9°C-35,1°C dan 66%-88% masih layak untuk keberadaan kerang kepah. Suhu dan kelembaban tanah berkisar antara 28-30°C dan 52-56% merupakan nilai yang baik bagi keberadaan kerang kepah. pH tanah pada kisaran 5,5-7 merupakan nilai yang cocok untuk keberadaan kerang kepah. Salinitas yang cocok untuk kerang kepah dengan nilai 10,3 ppt. Jumlah kerang kepah yang di dapat yaitu rerata 3/m². Faktor lain yang mempengaruhi keberadaan kerang kepah adalah  aktivitas manusia yang mengambil kerang kepah dan faktor musim juga menentukan jumlah kerang di hutan.Kata kunci : Desa Sungai Nilam, Faktor Lingkungan, Hutan Mangrove, Kerang kepah Kepah 
KEANEKARAGAMAN JENIS KEPITING BIOLA DI HUTAN MANGROVESURYA PERDANA MANDIRI KELURAHAN SETAPUK BESAR KOTA SINGKAWANG M Sofwan Anwari; Nurul Syafarudi; Hafiz Ardian
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i1.51424

Abstract

Uca spp crab as one of the coastal fauna, receives less attention in protection efforts because it is underutilized by humans. There are still many uca spp crabs but with increasing human activities in the mangrove ecosystem, it will have a direct impact on the number and diversity of its species. The purpose of this study was to examine the diversity of uca spp crab species  at Surya Perdana Mandiri Mangrove Forest Area, Setapuk Besar Village, Singkawang City. Determination of the research path is based on purposive sampling technique. Determination of the path based on the results of the field survey that has been carried out, namely based on the presence of Uca spp. There are 3 paths in this study, each lane consists of 10 plots. The distance between the plots is 50 meters long and the distance between lanes is 50 meters and 1x1 meter plot. There are 3 types of violin crabs found at the Surya Perdana Mandiri mangrove forest, Setapuk Besar Village, Singkawang City, namely Uca acuta, Uca forcipata, and Uca tetragonon. The total number of individuals is 198. The species diversity index in each research path is categorized as low.Keywords: Uca spp, mangrove, diversity. AbstrakKepiting biola sebagai salah satu fauna pesisir, kurang mendapatkan perhatian dalam upaya perlindungan karena kurang dimanfaatkan oleh manusia. Kepiting biola sekarang masih banyak, namun dengan meningkatnya aktivitas manusia pada ekosi stem mangrove akan berdampak langsung terhadap jumlah dan keanekaragaman jenisnya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji keanekaragaman jenis kepiting biola di Kawasan Hutan Mangrove Surya Perdana Mandiri Kelurahan Setapuk Besar Kota Singkawang. Penentuan jalur penelitian dilakukan berdasarkan teknik Purposive sampling. Penentuan jalur berdasarkan hasil survei lapangan yang telah dilakukan yaitu berdasarkan keberadaan Uca spp. Terdapat 3 jalur dalam penelitian ini, setiap jalur terdiri atas 10 petak. Jarak antar petak yaitu sepanjang 50 meter dan jarak antar jalur 50 meter dan menggunakan petak berukuran 1x1 meter. Kepiting biola yang ditemukan di hutan mangrove Surya Perdana Mandiri Kelurahan Setapuk Besar Kota Singkawang ada 3 jenis yaitu Uca acuta, Uca forcipata, Uca tetragonon. Jumlah total individu 198. Indeks Keanekaragaman jenis di setiap jalur penelitian dikategorikan rendah. Kata kunci: Kepiting Biola, mangrove, keanekaragaman.