This Author published in this journals
All Journal Penamas
Novi Dwi Nugroho
Balai Litbang Agama Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENANGANAN MANTAN ANGGOTA GAFATAR OLEH PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA Novi Dwi Nugroho
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.391

Abstract

Kasus orang hilang yang disinyalir ikut Gafatar menjadi sorotan masyarakat dan perhatian pemerintah dipenghujung tahun 2015. Setelah MUI mengeluarkan fatwa sesat dan pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan agar seluruh anggota Gafatar yang ada di Mempawah Kalimantan Barat agar dikembalikan ke daerah masing-masing. Ini menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah daerah dimana mantan anggota Gafatar berasal, karena kebanyakan anggota Gafatar yang sudah pergi ke Kalimantan Barat sudah menjual aset-asetnya untuk menetap di di Kalimantan. Tulisan ini ingin mengkaji tentang bagaimana peran pemerintah kabupaten Tasikmalaya dalam menangani mantan anggota Gafatar yang sudah dipulangkan dari Mempawah Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumen, observasi dan dokumentasi. Dari temuan di lapangan dapat disimpulkan bahwa penanganan terhadap mantan anggota Gafatar yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Tasikmalaya sudah cukup baik ini bisa dilihat dari proses penjemputan, kemudian relokasi bagi mantan anggota Gafatar yang ditolak oleh warga masyarakat, sampai bantuan yang diberikan dari sembako dan uang tunai. Ini menjadi salah satu perhatian pemerintah kabupaten Tasikmalaya terhadap mantan anggota Gafatar.
MENCEGAH RADIKALISME MELALUI MODERASI BERAGAMA : (STUDI KASUS FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA KABUPATEN CIAMIS) Novi Dwi Nugroho; Daniel Rabitha; Ismail
Penamas Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v36i2.678

Abstract

As evidenced by the events that occurred in 2021, extremist ideology is still prevalent among religious devotees in Indonesia. Many groups working under the leadership of the government have made efforts to reduce this radical ideology, one of which being the Forum for Religious Harmony (FKUB). Aside from that, the Religious Harmony Forum was tasked with conducting a research to develop a strategy for defeating radicalism based on religious moderation. In this qualitative study, data mining was done through in-depth interviews, observations, and document studies on the management of FKUB Ciamis and the community. The research findings indicate that each representative of the religious assembly at FKUB has a reasonable religious understanding, which is evident in their attitude of respecting each other's religious beliefs and giving comfort for diverse persons in worship. To combat the ideology of radicalism, two techniques can be used: first, educate the public by conducting outreach on the importance and operationalization of moderate views in social relations. Second, the operation of religious organizations such as FKUB, which play a significant role in promoting religious unity.