This Author published in this journals
All Journal Penamas
Oga Satria
Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE FATWA OF SMOKING IN THE KERINCI MANUSCRIPTS Oga Satria
Penamas Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i2.432

Abstract

Tulisan ini membahas tentang fatwa merokok atau menghisap tembakau yang terdapat di dalam salah satu manuskrip Kerinci yang ditulis sekitar akhir abad ke-19 M. Penelitian semacam ini penting untuk dilakukan karena minimnya penelitian yang mengeksplor manuskrip-manuskrip keagamaan yang terdapat di wilayah Kerinci. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian kualitatif yang terfokus pada domain teks dan konteks. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kodikologi untuk mengetahui berbagai aspek dari manuskrip tersebut, seperti bahan, umur, tempat penulisan, dan perkiraan penulisan naskah. Selain itu, juga digunakan pendekatan sejarah untuk melihat konteks Kerinci pada saat itu. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menelaah literatur yang tersedia dan juga melakukan proses wawancara untuk mengetahui latar belakang pengarang, usia manuskrip serta asal usul manuskrip tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manuskrip yang memuat fatwa merokok atau menghisap tembakau tersebut sudah ditulis sekitar akhir abad ke-19 M. Hal ini sesuai dengan indikasi dari penanggalan yang terdapat di dalamnya. Manuskrip tersebut menyimpulkan keharaman merokok berdasarkan berbagai macam dalil yang terdapat di dalam al-Qur’an, Hadis, dan pendapat para ulama. Sedangkan motivasi pengharaman merokok yang terdapat di dalam manuskrip tersebut lebih cenderung dipengaruhi oleh faktor agama mengingat adanya doktrin agama yang kuat dan mengakar di kalangan masyarakat Kerinci pada masa itu dibandingkan dengan motivasi politik, ekonomi, dan lain sebagainya.