Mikhael Tony Ardiyanto
Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menimbang Makna Sophrosyne bagi Masalah Fanatisme di Era Informatika Mikhael Tony Ardiyanto
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v5i2.346

Abstract

Abstract: The article explores polarization in the era of social media that caused someone to be trapped in extreme fanaticism. In the first and second sections, the article will discuss the fanaticism phenomenon and how the informatics era amplifies someone to be trapped in extreme fanaticism. The third section of the article will discuss and reflect on sophrosyne's concept as a virtue in encouraging someone to be aware of the tendency of extreme fanaticism in the Informatics Era. The article posits sophrosyne as a virtue that is fruitful in encouraging people to be aware of the tendency to fall into extreme fanaticism in the Informatics Era. Keywords: Fanaticism, Sophrosyne, Polarization Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi mengenai polarisasi di media sosial yang dapat menyebabkan seseorang dimungkinkan terjebak pada fanatisme ekstrem. Guna mengeksplorasi hal tersebut, artikel ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama dan kedua dari artikel ini membahas mengenai fenomena fanatisme dan bagaimana laju perkembangan informasi memperkuat kecenderungan tersebut. Bagian ketiga dari artikel ini mengeksplorasi dan merefleksikan konsep keugaharian (sophrosyne) Platon sebagai nilai keutamaan dalam mendorong seseorang untuk mawas diri dalam mewaspadai kecenderungan jatuh dalam fanatisme ekstrem di era laju perkembangan informasi. Artikel ini menempatkan makna sophrosyne sebagai kebajikan yang bermanfaat dalam mendorong seseorang untuk mewaspadai kecenderungan untuk jatuh ke dalam fanatisme ekstrem di era informatika. Kata Kunci: fanatisme, keugaharian, polarisasi