This Author published in this journals
All Journal Kandai
NFN Jemmain
Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

JIWA BAHARI MASYARAKAT MANDAR DALAM KALINDAQDAQ (Maritime Spirit of Mandar Society in Kalindaqdaq) NFN Jemmain
Kandai Vol 8, No 1 (2012): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v8i1.5185

Abstract

Kalindaqdaq is an oral literary work of Mandar society forming poetry and contented  much  by  its  supporting  society.  Kalindaqdaq  is  related  closely  tofeeling, thought, and background of who creates it. Thus, kalindaqdaq can arise in any condition of human life. Problem of research is focused on kalindaqdaq describing maritime spirit of Mandar society. The aim is to describe and toexplain kalindaqdaq relating to maritime spirit owned by Mandar society. This research is descriptive qualitative describing object as it should be. Result ofresearch shows that maritime spirit of Mandar society is described in kalindaqdaq, it is caused by Mandar society is coastal society in which part of them live in Mandar bay. Kalindaqdaq adalah salah satu bentuk sastra lisan Mandar yang berbentukpuisi dan sangat digemari oleh masyarakat pendukungnya. Kalindaqdaq sangat erat hubungannya dengan perasaan, pikiran, dan latar belakang orang yangmenciptakannya. Dengan demikian kalindaqdaq dapat muncul dalam berbagaimacam situasi dalam kehidupan manusia. Masalah penelitian ini difokuskan pada kalindaqdaq yang menggambarkan jiwa bahari masyarakat Mandar. Tujuannya untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kalindaqdaq yang berkaitan dengan jiwa bahari yang dimiliki oleh masyarakat Mandar. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan objek sesuai apa adanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jiwa bahari masyarakat Mandar tergambar dalam kalindaqdaq, karena memang masyarakat Mandar adalah masyarakat bahari yang sebahagian besar mendiami pesisir Teluk Mandar.