This Author published in this journals
All Journal Kandai
I Wayan Pageyasa
Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Kandai

MENGUNGKAP MAKSUD TERSEMBUNYI PERTANYAAN ANAK USIA 5 TAHUN DALAM PERCAKAPAN KELUARGA I Wayan Pageyasa
Kandai Vol 8, No 1 (2012): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v8i1.5165

Abstract

This research problem is what are the hidden meaning of five age children‟squestion in family conversation? The purpose of this research is to describe and gain  a  deep  understanding  of  the  hidden  meaning  of  five  aged  children‟s question in family conversation. The design used in this study was decriptive qualitative design. The result of the study: (1) the hidden meaning of five age children‟s quetion in family conversation are the ruling in five forbid ask and reject, (2) understand the question, in particular the purpose hidden in the question, a person must consider the context of the speech very well. Without it, the hidden meaning of five aged children‟s quetion in family conversation cannot be interpreted correctly. A similar question when different context would lead to differences in meaning. Masalah penelitian ini adalah: Apa maksud tersembunyi pertanyaan anak usia  5  tahun  dalam  percakapan  keluarga?  Penelitian  ini  bertujuan  untukmendekripsikan dan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang maksud tersembunyi pertanyaan anak usia lima tahun dalam percakapan keluarga yang berbahasa Indonesia. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahrancangan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) maksud tersembunyi dalam pertanyaan anak usia lima tahun dalam percakapan keluargaada lima, yakni memerintah, mengajak, melarang, meminta, dan menolak, (2) dapat memahami pertanyaan, khususnya maksud dan fungsi tersembunyi dalam pertanyaan,  seseorang  harus  memperhatikan  konteks  tuturan  dengan  baik.Tanpa hal tersebut, implikatur pertanyaan tidak dapat dimaknai dengan benar. Suatu pertanyaan yang sama apabila berbeda konteksnya akan menimbulkanperbedaan maknanya.