This Author published in this journals
All Journal Kandai
Ery Agus Kurnianto
Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Kandai

IDENTITAS GENDER DALAM NOVEL LELAKI TERINDAH KARYA ANDREI AKSANA (Gender Identity in Novel Lelaki Terindah by Andrei Aksana) Ery Agus Kurnianto
Kandai Vol 8, No 1 (2012): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v8i1.5186

Abstract

This article discussed about undynamic gender identity of Valent‟s character in novel “Lelaki Terindah” written by Andrei Aksana. The approach used was the  concept  of  Stuart  Hall  about  identity.  Descriptive  analysis  used  in  thisresearch focused on two items, (1) what obstacle faced by Valent in transgender was and (2) what strategy to overcome the obstacle from social environmentfaced by Valent.The result indicated that feminism and masculine concept and identity evaluation by other people and body identity become an obstacle character in transgender. The steps used to overcome the obstacle was to carry out dynamism gender identity and sexual, characteristic, attitude, behavior to become a woman.Tulisan ini akan membahas  ketidakdinamisan identitas gender tokoh Valent dalam novel Lelaki Terindah karya Andrei Aksana. Pendekatan yang digunakandalam  penelitian  ini  adalah  konsep  Stuart  Hall  mengenai  identitas.  Teknik analisis deskriptif diterapkan dalam tulisan ini dengan penekanan pada dua hal, yaitu (1) halangan apa yang dihadapi oleh tokoh Valent dalam bertransgender;(2)  strategi  tokoh  Valent  dalam  menghadapi  halangan  yang  muncul  dari lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep maskulinitas femininitas dan penilaian identitas oleh orang lain serta identitas tubuh menjadi faktor penghalang tokoh Valent dalam bertransgender. Langkah yang di tempuh oleh tokoh Valent untuk menghadapi halangan tersebut adalah dengan melakukan kedinamisan  identitas  gender  dan  seksual,  sifat,  sikap,  dan  perilaku  untuk menjadi perempuan.