This Author published in this journals
All Journal JURNAL BIOSAINSTEK
Rais D. Hi Yusuf
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Biaya Percepatan Antara Kerja Lembur (Overtime) dengan Penambahan Tenaga Kerja (Outsoursing): Studi Kasus: Pembangunan Jembatan Ruas sp. Bukubuolawa Rais D. Hi Yusuf; Faldi Suleman
BIOSAINSTEK Vol 5 No 1 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i1.1382

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan Penambahan tenaga kerja (Outsoursing) serta membandingkan biaya sesudah penambahan jam kerja (lembur) (Overtime)) dan panambahan tenaga kerja (Outaoursing). Data – data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis data ini mengunakan Program Microsoft Project 2019 dan Microsoft Excel 2019 dengan metode Criticat Path Method (CPM) hasil dari program Microsof Project 2019 adalah lintasan kritis dan kenaikan biaya akibat dari penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan penmabahan tenaga kerja (outsoursing) sedangakan hasil time cost trade off adalah durasi percepatan durasi dan kenaikan biaya akibat biaya percapatan durasi dalam setiap item pekerjaan yang dipercepat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Waktu dan Biaya Total Proyek pada kondisi Normal sebesar 359 hari dengan biaya Rp.4.483.398.111,39 dengan penamabahan 1 jam kerja lembur dupatkan durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.4.845.462.146,89 pada penambahan 2 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 105 hari dan biaya sebesar Rp.4.833.375.007,43 dan pada penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan crashing sebesar 123 hari dengan biaya sebesar Rp.4.879.405.942,01.(2) pada penamabahan 1 tenaga kerja durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.8.827.937.302,15 pada penambahan 2 tenaga kerja di dapatkan crashing 105 hari dengan biaya sebesar Rp. 7.775.804.492,28 dan pada penambahan 3 tenaga kerja didapatkan durasi crashing dengan biaya sebesar Rp.7.869.075.740,50 (3) Biaya mempercepat durasi proyek pada penambahan jam kerja lembur penambahan tenaga kerja, penambahan jam kerja lembur lebih murah di bandingankan biaya yang harus dikeluarkan apabiala mengalami keterlambatan dan kenakan denda.
Penilaian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dengan Metode HIRARC Rais D. Hi Yusuf
BIOSAINSTEK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i2.1642

Abstract

Kesadaran pekerja di perusahaan PT. Brantas Abipraya (persero) dalam menggunakan alat pelindung diri masih kurang, terkadang pekerja enggan memakai alat pelindung diri yang telah di sediakan oleh perusahaan di karenakan para pekerja merasa kurang nyaman atau tidak bebas dalam melakukan pekerjaannya. Dari permasalahan tersebut penulis menganggap perlu melakukan penilaian risiko menggunakan metode HIRARC yang di bagi menjadi 3 bagian yaitu mengidentifikasi bahaya dan risiko, menilai risiko hingga pengendalian risiko. Jenis penelitian yang di lakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data dengan cara wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian Dari Identifikasi potensi bahaya (hazard) yang terdapat pada lokasi proyek ditemukan 26 hazard diantaranya 6 rating high, 6 rating medium serta 14 rating low, penilaian risiko dengan penilaian likelihood, severity dan risk matriks dengan Standar AS/NZS 4320. Hazard yang mendapatkan rating high ialah terjatuh dari ketinggian pada pekerjaan pemasangan rangka atap baja, tergelincir pada area penggalian tanah, percikan api menimbulkan kebakaran pada pekerjaan instalasi listrik dan terjatuh dari perancah atau scaffolding pada tiga pekerjaan yaitu pekerjaan instalasi listrik, ducting atau tata udara dan pekerjaan hydrant. Rekomendasi pengendalian risiko dilakukan dengan pendekatan OHSAS 18001:2007 yang di pakai dalam Rating High ini yaitu Hirarki Pengendalian dengan Administrasi, Subtitusi, Perencanaan, Eliminasi Dan Alat Pelindung Diri (APD).
Network System Planning of Wastewater Treatment Plant (WWTP) at Ternater Fishing Port TPI to Improve Environmental Quality Rais D. Hi Yusuf; Sudarman Jainal
BIOSAINSTEK Vol 7 No 2 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i2.2455

Abstract

Fishing activities that occur in this market produce waste water that still contains pollutants with concentrations above quality standards. This causes the waste water to smell bad and have high turbidity. Planning a liquid waste processing system in a market is needed to improve the quality of the air that will be discharged so that it does not pollute the environment. This research is about planning a Waste Water Treatment Plant (IPAL) network system at the fish marketing site at the Ternate fishing port. From this research, we will know the design of the Waste Water Treatment Plant System and also the Cost Budget Plan (RAB) for the planning of the IPAL. From the results of the analysis of waste water discharge calculations at the Ternate fisheries market with a total of 40 selling table units producing waste water, namely, 3,333 liters/day. So an IPAL can be designed with a length of 6.1 m, a width of 1.8 m and a height of 1.65 m. The planning for the Fishery Market Wastewater Treatment Plant has 6 compartments, namely, Screen tank or Oil/Fat Separator Tank which has a volume of 0.16 m3/day => Equalization tank has a volume of 1.4 m3/day => Initial sedimentation tank has a volume of 1 .2 m3/day => Anaerobic Biofilter tank has a volume of 1.1 m3/day => Aerobic Biofilter tank has a volume of 1.4 m3/day => Final settling tank has a volume of 0.18 m3/day. The budget required for implementing the planning for the Waste Water Treatment Plant (IPAL) at the Fisheries Market is IDR. 86,009,000.00.