Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penguasaan Guru dalam Melakukan Variasi Mengajar terhadap Hasil Belajar Siswa Muhammad Fikri; Raden Adinda; Rizka Putri; Salsabila Ayu
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11485

Abstract

Variasi mengajar menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki guru. Variasi belajar merupakan bentuk perubahan kegiatan guru dalam konteks belajar-mengajar, meliputi gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, dan pola interaksi dengan siswa. Guru yang menguasai keterampilan mengajar dan menerapkan variasi di dalam pembelajaran membuat hasil belajar siswa menjadi lebih terlihat dan bermakna. Penelitian ini didasari oleh kemampuan guru dalam memvariasikan pengajarannya di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran jelas mengenai pengaruh penguasaan guru dalam melakukan variasi mengajar terhadap hasil belajar siswa.. Penelitian ini dikaji melalui beberapa penelitian yang relevan yang telah dilakukan sebelumnya dan penyimpulan dari hasil yang diperoleh, atau disebut dengan metode studi literatur. Untuk proses pemilihan literatur, dilakukan melalui 4 langkah berdasarkan pendapat Taylor. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa penguasaan guru dalam melakukan variasi mengajar memiliki cukup pengaruh terhadap hasil belajar siswa, namun hasil belajar siswa secara penuh dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal lainnya.
Netnografi Humor Percakapan dalam Komunikasi Kesehatan Mental di YouTube Muhammad Fikri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 4 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i4.7159

Abstract

Digital mental health communication increasingly takes the form of informal conversations between health professionals and podcast hosts. In such interactions, humor may emerge spontaneously rather than as a planned communication strategy, raising questions about how audiences interpret its appropriateness and communicative value. This study explores how audiences interpret conversational humor in mental health communication on YouTube and how such humor is negotiated within interactions between a health professional and a podcast host. Using a qualitative netnographic approach, the study analyzed comments on the YouTube video Buat yang Lagi Stres, featuring podcast host Raditya Dika and psychiatrist Elvine Gunawan. From an initial corpus of 1,043 main comments, 123 comments were selected through contextual screening and analyzed using Schreier’s qualitative content analysis. Symbolic interactionism theory was used to examine how audiences construct and negotiate meanings surrounding humor through their interpretations of the interaction between both speakers. The findings show that conversational humor is understood not merely through jokes but through the interactional context in which humor emerges, including spontaneity, differences in humor style, interpersonal dynamics, and expectations regarding professionalism and topic sensitivity. Humor may make mental health communication feel more approachable, yet audiences continue to evaluate its relevance, accuracy, and appropriateness. From a symbolic interactionist perspective, audiences act as negotiators of the meanings and boundaries of acceptable humor. Conversational humor in digital mental health communication should thus be understood as a contextual, interactional, and audience-dependent communicative practice rather than a universally effective message strategy.