Intan Sholihat
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Layanan Konseling Individu dalam Menangani Korban Kekerasan Seksual Remaja di LSM WCC Mawar Balqis Cirebon Intan Sholihat; Jaja Suteja
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 5, No 2 (2022): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v5i2.12783

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu tingginya kasus kekerasan seksual remaja perempuan yang ditangani oleh LSM WCC Mawar Balqis Cirebon. Dengan adanya layanan konseling individu di LSM tersebut dapat membantu menangani kasus kekerasan seksual remaja. Konseling individu dalam prosesnya dapat membantu memudahkan proses assessment korban dan menindaklanjuti kasus yang dialami korban kekerasan seksual remaja perempuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan konseling individu terhadap korban kekerasan seksual remaja perempuan di LSM WCC Mawar Balqis Cirebon, kemudian untuk memahami langkah-langkah konseling individu dalam menangani kasus kekerasan seksual remaja perempuan, dan untuk mengetahui faktor penyebab kekerasan seksual terhadap remaja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian analisis data yang digunakan menggunakan model analisis data Spradley. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa tahapan konseling individu di LSM WCC Mawar Balqis yaitu bersifat kasuistik, pendamping melihat bagaimana jenis kasus korban, dan keadaan psikologis korban. Layanan konseling individu yang terdapat di LSM WCC Mawar Balqis sangat membantu dalam penggalian informasi mengenai kasus kekerasan seksual remaja perempuan. Selain dalam penggalian informasi mengenai data kasus, konseling individu juga memudahkan dalam proses assessment korban. Faktor penyebab kekerasan seksual remaja perempuan, karena minimnya akses informasi menngenai kesehatan reproduksi, dan adanya ketimpangan relasi keluarga.