Sherly Tandi Arrang
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelayanan Informasi dan Edukasi Tentang Cara Kerja Obat Melalui Media Sosial Instagram Erlia Anggrainy Sianipar; Sherly Tandi Arrang; Fonny Cokro
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.187 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1315

Abstract

The limited knowledge of community regarding drugs is still become a root cause in irrationality treatment. Information and education services about drug action is an important thing that should be known by the community as drug consumers so the rational treatment will be realized and misuse and errors in using drugs can be avoided. The aims of this program are to increase public knowledge about drug action and to find out the most favourite educational topic. Education is provided through the Instagram social media account @pioheal.fkikuaj which is easily accessible by social media users. Knowledge is presented on e-flyer and posted once a week for eight consecutive weeks from May to July 2021. The activities were evaluated through a questionnaire by the e-flyer readers. The results showed that 100% of the readers stated that their knowledge had increased after reading the e-flyer with an average increase ranging from 50-75% and as many as 80% of readers get a score of 70-100 (good). The most favorite educational topic was the drug action on the autonomic nervous system. Based on these results, we concluded that this information and educational services have succeeded in increasing the knowledge of social media users, especially about how drugs work. However, the evaluation of behavioral changes in the community regarding rational drug use needs further investigation. ABSTRAK Keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait obat masih menjadi akar masalah dalam ketidakrasionalan pengobatan. Pelayanan informasi dan edukasi tentang cara kerja obat merupakan hal penting yang hendaknya diketahui oleh masyarakat sebagai konsumen obat sehingga pengobatan yang rasional dapat terwujud dan penyalahgunaan serta penggunaan yang salah terhadap obat dapat dihindari. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara kerja obat dan mengetahui topik edukasi yang paling diminati.  Pemberian edukasi dilakukan melalui akun media sosial Instagram @pioheal.fkikuaj yang mudah diakses oleh para pengguna media sosial. Pengetahuan disajikan dalam bentuk e-flyer dan diposting setiap satu minggu sekali selama delapan minggu berturut-turut mulai pada bulan Mei hingga bulan Juli 2021. Kegiatan dievaluasi melalui kuesioner oleh pembaca e-flyer. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 100% pembaca menyatakan pengetahuannya meningkat setelah membaca e-flyer dengan rata-rata peningkatan berkisar antara 50-75% dan sebanyak 80% pembaca mendapatkan nilai 70-100 (baik).  Topik edukasi yang paling diminati adalah tentang obat-obat yang bekerja pada sistem saraf otonom. Berdasarkan hasil tersebut, kami menyimpulkan bahwa pelayanan informasi dan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan pengguna media sosial terutama mengenai cara kerja obat. Namun, evaluasi terhadap perubahan perilaku di masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional perlu diteliti lebih lanjut. 
Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi melalui Edukasi pada Mahasiswa Farmasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Sherly Tandi Arrang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3693

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Pemerintah mengupayakan pengendalian jumlah penduduk melalui program keluarga berencana (KB). Salah satu bentuk pelaksanaan program KB adalah penggunaan kontrasepsi. Beberapa tahun terakhir angka penggunaan kontrasepsi dalam kondisi stagnan. Konseling terkait permasalahan kesehatan reproduksi menjadi prioritas utama, terutama dikalangan remaja. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kesehatan dan juga remaja, memiliki peran penting dalam memberikan informasi, edukasi dan konseling terkait kontrasepsi. Edukasi dilakukan kepada mahasiswa farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (224 orang) terkait kesehatan reproduksi dan kontrasepsi, dengan metode ceramah/seminar. Tingkat pengetahuan mahasiswa diukur menggunakan kuisioner berisi 10 soal pilihan berganda. Perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi diuji menggunakan t-test dengan bantu Microsoft excel. Ada peningkatan pengetahuan setelah edukasi yaitu sebesar 16,9% pada kelompok pengetahuan baik. Mahasiswa dengan pengetahuan baik sebelum edukasi sebesar 80,8%, dan meningkat menjadi 97,7% setelah edukasi. Nilai rata-rata peserta sebelum edukasi (pretest) adalah 86,56, dan sesudah edukasi (posttest) adalah 96,23. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan siginifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,05). Edukasi terkait kontrasepsi dan kesehatan reproduksi perlu digalakkan secara berkesinambungan pada kaum remaja untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya sex bebas dan membantu pengendalian angka penduduk serta menurunkan tingkat kematian ibu melahirkan.