Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI RESISTIVITAS TANAH UNTUK PEMASANGAN GROUNDING DAN LIGHTNING PROTECTION PROYEK PLTGU TAMBAK LOROK CCPP 600-850 MW BLOK 3 SEMARANG Dicky Wijayanto; Agung Trihasto; Andriyatna Agung Kurniawan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i2.1267

Abstract

Uji Resistivitas Tanah merupakan suatu hal yang penting dalam proyek pembangunan pembangkit, dalam hal ini resistivitas diujikan untuk mengetahui kondisi tanah dan megetahui nilai hantar arus listrik untuk sistem grounding & lightning protection diproyek PLTGU Tambak Lorok CCPP 600-850 MW Blok 3 Semarang. Proyek ini merupakan unit pembangkit baru yang dimiliki oleh PT Indonesia Power Semarang, sehingga pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari tanahan untuk pemasangan grounding & lightning protection. Pengujian resistivitas menggunakan elektroda bumi yang diukur menggunakan Earth Tester untuk mengetahui nilai tahanan dan dapat dianalisis untuk mengetahui kelayakan sesuai standar untuk pemasangan grounding & lightning protection. Analisis menggunakan sistem pengambilan data, pengolahan data, perhitungan nilai resistivitas dan uji validitas data sehingga dapat mengetahui nilai sesungguhnya dari data yang diambil.
Perencanaan Sistem Proteksi Petir Di Pabrik Pengolahan Getah Karet Afdeling Cikukun Obby Sri Rizares; Agung Trihasto; Andriyatna Agung Kurniawan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i1.2480

Abstract

Tahun 2021 pabrik pengolahan karet pernah mengalami sambaran petir, akibat kejadian ini pihak perusahaan mengalami kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan data BMKG tahun 2021 wilayah provinsi Jawa Tengah mengalami total sambaran petir hingga mencapai 796.235 sambaran. Belum adanya sistem proteksi yang mumpuni menjadi salah satu penyebab utama kebakaran terjadi. Tujuan penelitian adalah melakukan perencanaan sistem proteksi petir tipe elektrostatis di pabrik pengolahan karet. Metode tiga titik digunakan untuk mengetahui nilai resistansi jenis tanah di kawasan pabrik dengan menggunakan elektroda batang sepanjang 2 meter. Perhitungan indeks berdasarkan standar PUIPP dan SNI 03-7015-2004 menunjukan tingkat dianjurkan dalam pemasangan sistem proteksi petir. Hasil yang diperoleh dari pengukuran di tiga titik berbeda nilai rata-rata tahanan jenis tanah berturut turut adalah 4,98 ohm, 6,61 ohm dan 5,92 ohm. Jenis terminal udara yang digunakan menggunakan jenis kurn R85 dengan luas area perlindungan sebesar 23,223,14 m2. Dari hasil perhitungan bahwa sambaran yang terjadi diharapkan terjadi untuk satu kali sambaran adalah setiap1,24 tahun. Dan resiko kegagalan perlindungan yang dapat terjadi adalah satu kegagalan untuk setiap 32,353 tahun. Jumlah anggaran yang perlu dipersiapkan untuk membangun sebuah sistem proteksi petir merek Kurn R85 dengan tiang monopole adalah sebesar Rp. 26,720,031 dengan PPN 11% menjadi Rp 29.659,234.
Perencanaan Magnetic Energy Recovery Switch untuk Meningkatkan Stabilitas Tegangan pada Motor Induksi Tiga Fasa Valentino Utama Saputra; Agung Trihasto; Hery Teguh Setiawan
Edu Elektrika Journal Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pb88kf15

Abstract

Stabilitas tegangan merupakan kemampuan suatu sistem tenaga untuk mempertahankan tegangan yang stabil setelah mengalami gangguan. Ketidakstabilan tegangan dapat mengakibatkan gangguan undervoltage dan overvoltage pada sumber tegangan sehingga dapat mengganggu kinerja motor induksi pada saluran yang sama. Oleh karena itu, diperlukan perangkat pengendalian tegangan untuk menjaga kestabilan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas tegangan pada motor induksi tiga fasa menggunakan rangkaian MERS dengan kontrol alpha untuk mengatur gate saklar semikonduktor agar proses pengisian dan pengosongan kapasitor dapat dilakukan, sehingga tegangan dapat dijaga pada batas toleransi standar dari 380 Vrms. Perancangan rangkaian simulasi menggunakan perangkat lunak PSIM dengan hasil dari peneltian yang telah dilakukan. Hasil analisis pada simulasi dengan tegangan sumber dalam kondisi undervoltage sampai -20% dari nominalnya, tegangan masukan motor induksi mengalami kenaikan menjadi sebesar 374,72 Vrms. Sedangkan pada simulasi dengan tegangan sumber dalam kondisi overvoltage sampai +10% dari nominalnya, tegangan masukan motor induksi mengalami penurunan menjadi sebesar 385,34 Vrms.
Reliability of 20kV Distribution Network Power Systems Using the Reliability Network Equivalent Approach (RNEA) Method Azzahra Rohali; agung trihasto; deria pravitasa
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 13 No 2 (2026): Protek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v13i2.11199

Abstract

The reliability of the electrical power distribution system is a major factor in ensuring continous power supply to customers. Reliability issues often arise due to the high frequency of disturbances and long recovery times in radial configuration networks. The method used in this study, the Reliability Network Equivalent Approach (RNEA), is used to calculate key reliability parameters, including failure rate (λ), annual unavailability (U), and two key indices, namely the System Average Interruption Duration Index (SAIDI) and the System Average Interruption Frequency Index (SAIFI). The outage data used was from 2024, which reflects the network conditions after the implementation of an automatic protection system and modernization based maintenance. The analysis results show a SAIDI value of 3.932 hours/customer/year and a SAIFI of 2.18 times/customer/year. These values indicate that the SGN02 feeder system has met the national standard SPLN 68-2:1986, but has not yet met the international standard IEEE Std 1366-2003. This difference is due to the length of the line, the radial configuration without backup lines, and the limited number of reclosers and sectionalizers. Overall, this study concludes that system reliability can be improved through the implementation of a semi-loop configuration, the addition of smart reclosers, and the optimization of automation-based protection systems.