Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Laki-Laki Usia 69 Tahun Dengan Retensi Urin Ec BPH Dengan Hernia Inguinalis Lateralis Detra Timur Indah; Yudi Eko Prasetiyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retensi urine adalah gangguan pada kandung kemih yang membuat penderitanya kesulitan untuk mengeluarkan urine atau susah buang air kecil, salah satu penyebab retensi urin adalah Hiperplasia prostat jinak atau BPH (benign prostatic hyperplasia). BPH disebabkan proliferasi jaringan epitel dan otot halus di dalam zona transisi prostatika. BPH diderita oleh sekitar 18 – 25% laki-laki dengan usia di atas 40 tahun dan lebih dari 90% laki-laki dengan usia di atas 80 tahun. BPH dapat didiagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dsn pemeriksaan penunjang. Pada kasus ini, kami melaporkan laki-laki berusia 69 tahun datang dengan keluhan tidak bisa buang air kecil (BAK). Pasien mengaku sulit untuk memulai BAK, dan terkadang harus disertai dengan mengedan untuk BAK, pancaran kencing lemah, kadang terhenti kemudian lancar kembali. Pasien juga mengeluh sering berkali-kali ke kamar mandi pada malam hari saat tidur malam karena ingin BAK namun saat BAK hanya menetes dan merasa kurang puas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran kompos mentis, nadi 62x/menit reguler, laju pernapasan 20x/menit, tekanan darah 182/101 mmHg, dan suhu 36,9oC. Pemeriksaan status generalis didapatkan dalam batas normal. Dari rectal toucher didapatkan tonus sphincter ani kuat, mukosa rektum licin, tidak ada massa, tidak ada darah dan feses pada handscoon. Pemeriksaan USG urologi menunjukkan adanya pembesaran prostat (volume 65.43 ml) dengan cystitis dan menyokong gambaran HIL dextra. Dilakukan pembedahan TURP dan HERNIORAPHY.
Laki-Laki Usia 48 Tahun dengan Periappendiceal Mass: Laporan Kasus Dhia Naila Alfatikha; Yudi Eko Prasetiyo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Appendicitis adalah peradangan yang terjadi pada Appendix vermicularis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering pada anak-anak maupun dewasa. Appendicitis akut merupakan kasus bedah emergensi yang paling sering ditemukan pada anak-anak dan remaja. Terdapat sekitar 250.000 kasus appendicitis yang terjadi di Amerika Serikat setiap tahunnya dan dapat mengenai semua kelompok usia. Pada sebuah kasus dilaporkan seorang laki laki usia 48 tahun dengan keluhan utama nyeri perut kanan bawah sejak 10 hari yang lalu disertai mual muntah,konstipasi, dan demam. Pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan kuadran kanan bawah dan score alvarado 9 poin. Pemeriksaan penunjang darah lengkap menunjukkan peningkatan neutrofil, limfosit, dan leukosit serta pada pencitraan USG abdomen menyokong gbr. App Akut -Sub akut dengan peri infiltrat, cystitis, gambaran Fatty liver dengan hepatomegali. Tatalaksana yang diberikan infus ringer lactat 20 tpm, injeksi omeprazole 40 mg/ 12 jam, injeksi ondancentron 4 mg /8 jam, injeksi paracetamol 1 gr/ 8 jam dan dilakukan CITO laparatomi oleh dokter spesialis bedah.