Yusuf
Universitas Pejuang Republik Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENGUBAH SIKAP KONSERVATIF GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK MODEL COOPERATIVE PROFESIONAL DEVELOPMENT (CPD) DI SMP NEGERI 16 MANDAI SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Yusuf
Jurnal Galeri Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Galeri Pendidikan Vol. 3 No. 1 Desember Tahun 2022
Publisher : Universitas Pejuang Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengubah sikap konservatif guru menjadi guru yang progresif futuristik melalui supervisi akademik. Serta Meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran dan mengelola kegiatan proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah 8 orang guru mata pelajaran di SMP Negeri 16 Mandai Kabupaten Maros. Teknik pengumpulan data Data dalam PTS ini dikumpulkan dengan menggunakan berbagai instrumen penelitian (alat monitoring), seperti: catatan harian, lapangan, lembar observasi; pedoman wawancara; lembar angket/kuesioner, lembar masukan guru (refleksi tindakan); lembar penilaian unjuk kerja, dan hasil belajar siswa. Melalui penerapan Supervisi Akademik Model Cooperatif Profesional Development mampu mengubah sikap konservatif guru menjadi guru yang progresif futuristik. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada guru untuk belajar bersama dalam kelompok kecil, melakukan diskusi, studi kasus, peer teaching, dan peer supervision. Perubahan sikap konservatif menjadi sikap yang progresif futuristik mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang lebih berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP Negeri 16 Mandai Kabupaten Maros. Sebelum dilakukan penelitan sikap guru menunjukkan skala sikap yang sangat rendah yaitu: 52,4% dengan rata-rata pemenuhan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 42,50% sedangkan tingkat ketercapaian rata-rata 51,5%. Sedangkan Pada Siklus I Skala Likert mencapai 71,90% dengan rata-rata pemenuhan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 63,50% sedangkan tingkat ketercapaian rata-rata 70,50%. Pada Siklus II Skala sikap memperoleh nilai 78,30% dengan rata-rata pemenuhan perencanaan dan pelaaksanaan pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 79,0% sedangkan tingkat ketercapaian rata-rata 84,0%.