Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Relationship Of Environmental Sanitation With The Event Of Diarrhea In The Work Area Of Bataraguru Public Health Center Wolio District, Baubau City Irwan Amar; Darwin Safiu
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 3 (2022): October - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Di Kota Baubau pada tahun 2009 penderita diare sebesar 4.403 penderita, sedangkan pada tahun 2012 penyakit diare masih tinggi yaitu sebesar 4.236 penderita. Dengan demikian, penyakit diare masih termasuk dalam 10 pola penyakit terbanyak di kotaBaubau (Dinas Kesehatan Kota Baubau, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan di wilayah kerja puskesmas Bataraguru Kota Baubau. Motode: Penelitian ini dilakukan sejak Juli - Desember 2015 bertempat di wilayah kerja Puskesmas Bataraguru. Variabel yang diamati terdiri dari penyediaan air bersih, pemanfaatan jamban keluarga, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah (variabel bebas) dan kejadian diare (variabel terikat). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan diolah secara univariat dan bivariat (uji chi-square) dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil ini menunjukkan bahwa penyediaan air bersih (p = 0,374 > 0,05 X2 hitung = 0,789), dan pengelolaan air limbah (p = 0,925 > 0,05, X2 hitung = 0,009), tidak berhubungan dengan kejadian dari diare. Sedangkan penggunaan jamban (p = 0,004 < 0,05, X2hitung = 8,136), dan pengelolaan sampah (p = 0,000 < 0,05, X2 hitung = 13,620), memiliki hubungan dengan kejadian diare. Kesimpulan: Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih dan pengelolaan air limbah dengan kejadian diare sedangkan variabel pemanfaatan jamban keluarga dan pengelolaan sampah ada hubungan dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Bataraguru.   Kata Kunci: Sanitasi Lingkungan, Kejadian Diare, Penyediaan Air Bersih  
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG KECAMATAN BONTOTIRO KABUPATEN BULUKUMBA Irwan Amar
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 3 No. 1 (2024): August - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit diare, salah satunya adalah faktor sanitasi yaitu persediaan air yang tidak memadai, air yang terkontaminasi oleh tinja, kebersihan diri dan lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare di Puskesmas Batang Motode: Jenis penelitian yang digunakan adalah survei dengan studi analitik cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan air bersih (p = 0.374 > 0.05 X2hitung = 0.789), dan pengelolaan air limbah (p = 0.925 > 0.05, X2hitung = 0.009), tidak berhubungan dengan kejadian diare. Sedangkan penggunaan jamban (p = 0,004 < 0,05, X2hitung = 8,136), dan pengelolaan sampah (p = 0,000 < 0,05, X2hitung = 13,620), mempunyai hubungan dengan kejadian diare, maka perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat. dalam perilaku sehat memanfaatkan jamban, membuang sampah pada tempatnya, memanfaatkan air bersih, dan memperbaiki saluran air limbah. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah pemanfaatan jamban keluarga dan pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare, sedangkan penyediaan air dan pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare. pengelolaan air tidak berhubungan dengan kejadian diare. Saran penelitian ini adalah perlunya sosialisasi kepada masyarakat, pentingnya sanitasi lingkungan untuk mencegah diare. Kata Kunci: Sanitasi Lingkungan, Kejadian Diare
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA KARYAWAN DI UNIT KERJA ENVIRONMENT, PERMIT MANAGEMENT MAIN OFFICE PALNT PT. X , KAB. LUWU TIMUR TAHUN 2026 Irwan Amar; Edy Tangkelayu
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asti m.s. Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri dan masa Kerja Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pengumpul Sampah Pasar Kota Yogyakarta, jurnal Kesmas tahun 2017, http//www.fkm undip.ac.id Askes tanggal 30 April 2026 Bayer cropscience indonesia, 2007. Personal protective equiepment. Surabaya :Bayer Indonesia. Cara Pemeliharaan Alat Pelindung Diri, http:xa.yimg.compemeliharaan askes tanggal tanggal 30 April 2026 Cipta Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : per.01/men/1981 Tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja Direktorat Pengawas Norma Keselamatan dan Kesehatan kerja (DPK3). 2007.Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta : departemen tenaga kerja R I. Erna.2005.Utudi Tentang Stres Kerja Terhadap Petugas Pemadam Kebakaran Pada Dinas Pelayanan Darurat dan Pemadam Kebakaran Kota Makassar tahun 2005, FKM, Unhas Nedved, m dan imamkhasani s. 1991. Dasar-dasar keselamatan kerja bidang kimia dan pengendalian bahaya besar. Jakarta : ILO (internationallabourorganization).notoatmojo, Perwitasari, Tingkat Resiko Pemakaian Alat Pelindung Diri dan Higiene Petugas di Laboratorium klinik rsupn ciptomangkusumo. Jakarta. Prasetijo, r dan j . Perilaku konsumen.Yogyakarta : Andi.2004 Soekidjo. 2002. Metode Menelitian Kesehatan. Jakarta : Putri rineka Sahab, syukri.1997. Tehnik Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : PT Bina Sumber Daya Manusia. Suma’mur p. K,1996. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta :CV Haji Massagung., Tarwaka. 2008. Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Manajemen dan Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Tempat Kerja. Surakarta : harapan press. Suma`mur,pk.2009.Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (hiperkes).Sagung seto,Jakarta. Walgino b. 1995. Bimbingan dan Penyuluhan Disekolah,Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta
Gambaran Keteraturan Penimbangan Balita di Posyandu Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana: An Overview of the Regularity of weighing toddlers at the Posyandu, Rumbia District, Bombana Regency Muhammad syafri; Sahdan Mustari; Irwan Amar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2959

Abstract

Latar belakang: Posyandu sebagai kegiatan peran serta masyarakat dengan tenaga pelaksanaanya para kader sukarela maka aktifitasnya terutama tergantung dari kemauan kader serta penerimaan masyarakat. Pemerintah hanya bersifat membantu dan membimbing, namun dewasa ini menunjukkan jumlah keterlibatan kader dalam kegiatan Posyandu menurun, hal ini berdampak pada menurunnya kegiatan Posyandu dan akhirnya menurunnya kunjungan ke Posyandu. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran jenis pelayanan kesehatan yang diperoleh Balita pada pelaksanaan Posyandu Kecamatan Rumbia Metode: penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan survei untuk memperoleh informasi dan gambaran keteraturan penimbangan, aktivitas kader, akses masyarakat terhadap Posyandu dan jenis pelayanan di Posyandu Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana Hasil: Data yang sudah diolah disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan aktivitas kader, akses Posyandu, jenis pelayanan dan keteraturan penimbangan Balita di Posyandu Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana Kesimpulan: Keteraturan penimbangan Balita di Posyandu Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana menunjukan tidak teratur setiap bulan. Aktivitas kader Posyandu pada kegiatan Posyandu Kecamatan Rumbia menunjukan tidak aktif. Akses masyarakat terhadap Posyandu yang ada di Kecamatan Rumbia menunjukan bahwa posyandu mudah diakses.
Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Melalui Pembuatan Bubur Kacang Merah Sebagai Strategi Penurunan Angka Stunting di Desa One Waara Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah: Innovation In Local Food Processing Through The Production Of Red Bean Porridge As A Strategy To Reduce Stunting Rates In One Waara Village, Lakudo District, Central Buton Regency Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Irwan Amar; Rininta Andriani; Jumadi; Wa Ode Azfari Azis; Eky Endriana Amiruddin; Muh. Subhan; Fitriani; Wahyuddin; Taswin; Nurhidayati; Dahmar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9057

Abstract

Pengolahan pangan lokal di Desa One Waara masih terbilang bersifat tradisional karena dilakukan berdasarkan kebiasaan secara turun temurun. Pada umumnya pangan lokal terbanyak di desa One Waara yaitu kacang merah. Selain itu kacang merah banyak dikonsumsi masyarakat setempat sebagai makanan sehari-hari seperti sop, bubur, es kacang merah. Kejadian stunting dapat dihindari apabila mempunyai cukup pengtahuan tentang cara pemeliharaan gizi dan mengatur makanan anak. Tujuan dari Program Pengelolaan ini yaitu dapat memberikan nilai tambah bagi produk lokal yang melimpah di Desa One Waara. Metode yang digunakan meliputi diskusi, tanya jawab serta praktek pembuatan bubur kacang merah. Hasil kegiatan pengabdian adalah kacang merah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dari segi penampilan, warna dan rasa sehingga mempengaruhi penampilan dari produk-produk olahan, menjadikan produk olahan pangan dan dapat menjadi salah satu alternatif yang dikaitkan dengan kesehatan, meningkatnya wawasan para kelompok pengolah makanan dan kelompok ibu-ibu.