Pulau Tanahjampea, dengan luas sekitar 150 km2, adalah salah satu dari rangkaian Kepulauan Laut Flores, dan secara geografi terletak di antara Sulawesi Selatan dan Pulau Flores. Pulau Tanahjampea dibatas oleh 120°33' - 120°46' BT dan 7°-7°8' LS, dan dicirikan oleh perbukitan bergelombang yang terjal-sedang. Ketinggian berkisar dari 0-500 m di atas permukaan laut. Bukit tertinggi terletak di tengah pulau dengan ketinggian sekitar 520 m.Laporan geologi tentang Tanahjampea dan sekitarnya dilaporkan pertama kali oleh Hetzel (1930), yang kemudian hasilnya disimpulkan oleh van Bemmelen (1949). Hasil dari penyelidikan tersebut menunjukkan adanya persamaan dari batuan-batuan granit yang ada di Tanahjampea dengan apa yang ada di Flores walaupun umur dari batuan tersebut tidak dapat dipastikan. Penyelidikan selanjutnya dilakukan oleh Team Geologi dari Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi (P3G) Bandung. Hasil dari penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam bentuk Lembaran Peta Geologi Lembar Bonerate.Penyelidikan geologi di pulau tersebut dan sekitarnya dilaksanakan pada bulan Juni-July 1993 sebagai bagian dari pemetaan geologi dan gaya berat di Kepulauan Laut Flores yang merupakan projek penelitian dari studi S3 di University of London.Tulisan ini membahas batuan sedimen yang terdapat di Pulau Tanahjampea dan proses-proses tektonik di daerah tersebut.