Peningkatan kadar glukosa dalam darah pada penderita diabetes melitus (DM) yang tidak terkendali dapat mengakibatkan komplikasi dan kematian. Pengelolaan diabetes melitus merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan penyakit tersebut. Pengetahuan dan sikap merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian diabetes melitus. Pengetahuan yang baik akan membawa penderita untuk menentukan sikap dalam upaya pengendalian diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap terhadap pengelolaan penyakit diabetes melitus tipe-2 (dua). Penelitian ini merupakan penelitian observasi deskriptif. Sampel adalah masyarakat yang memiliki faktor resiko penyakit diabetes melitus tipe-2 (dua) di Padukuhan Kepuh Mulyodadi Bantul berjumlah 45 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tentang pengetahuan dan sikap terhadap pengelolaan penyakit diabetes melitus. Data demografi dianalisis secara deskriptif, dilakukan skoring untuk aspek pengetahuan dan sikap yakni baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat pengetahuan terhadap pengelolaan diabetes melitus pada pengaturan pola makan lebih dari setengah dengan kategori baik, aktivitas fisik dengan kategori baik lebih dari 50%, dan terapi farmakologi kategori baik lebih dari setengahnya. Sikap responden terhadap pola makan berkategori baik lebih dari setengah dan aktivitas fisik berkategori cukup sebesar 60%.