Berlianti Berlianti
Universitas Sumatra Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Remaja Untuk Berhenti Merokok Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Berlianti Berlianti; Tasya Tria Nurjanah
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.971 KB) | DOI: 10.54314/jpstm.v2i1.896

Abstract

Abstract: Low knowledge of PHBS (Clean and Healthy Lifestyle) in maintaining body health, poor attitude in responding to the importance of PHBS in daily life to prevent the occurrence of a disease and PHBS application behavior in daily life. Smoking has become commonplace among people, especially among teenagers. Teenagers become one of the cigarette users who continue to increase, this is influenced by many factors related to the personality and environment of adolescents. Factors that influence smoking habits are family, peers, the environment, and friends with smokers. Many teenagers think that smoking is a symbol of maturity without thinking about the cause. The purpose of this problem is to help teenagers to quit smoking. To solve this problem, the method used is social group work. As for the achievements of this problem, especially teenagers, they know and understand the dangers of smoking and are more likely to lead a healthy lifestyle. Keywords: teenager; smoke; desire to quit smokingAbstrak: Rendahnya pengetahuan melakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dalam menjaga kesehatan tubuh, sikap yang buruk dalam menyikapi pentingnya melakukan PHBS dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah terjadinya suatu penyakit dan prilaku penerapan PHBS di kehidupan sehari-hari. Merokok sudah menjadi hal yang lumrah dikalangan masyarakat terutama dikalangan remaja. Remaja menjadi salah satu pengguna rokok yang terus meningkat, hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang berkaitan dengan kepribadian dan lingkungan remaja. Faktor-Faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok adalah keluarga, teman sebaya, lingkungan sekitar, dan berteman dengan orang perokok. Banyak remaja yang mengaagap bahwa rokok itu menjadi lambang kedewasaannya tanpa memikirkan penyebabnya. Adapun tujuan dari permasalahan ini ialah membantu anak remaja untuk berhenti dari rokok. Untuk menyelesaikan permasalahan ini metode yang digunakan social grup work. adapun pencapaian dari permasalahan ini terkhusus anak remaja mengetahui serta memahami bahaya rokok dan lebih mengarah pada pola hidup sehat.Kata kunci: remaja; merokok; keingan berhenti merokok